Yang Berbeda di Bulan Ramadhan 2020

Sella Rachmawati
Ramadhan tahun ini barangkali akan menjadi sejarah bagi setiap Muslim. Bagaimana tidak, selama ini kita bisa melaksanakan kegiatan Ramadhan dengan beramai-ramai, salat tarawih berjamaah di masjid, buka bersama teman-teman, mengadakan bakti sosial, keliling membagunkan sahur, menyalakan kembang api atau petasan dengan anak-anak sekitar, ngabuburit ke pasar sore dan banyak lagi. Tapi Ramadhan kali ini? Hmm. Sebenarnya bisa menjadi suatu yang positif atau negatif tergantung dari mana sudut pandang kita menyikapinya.

Sebelum Ramadhan pun kita tahu bahwa dunia sedang kedatangan tamu dengan ukuran sangat mikro, Covid-19. Kita pun dianjurkan untuk tidak melakukan hal-hal yang berkaitan dengan keramaian dan ini berlanjut hingga datangnya bulan mulia.

Tidak ada tarawih berjamaah di masjid, kawan-kawan lama tidak sibuk menjadi panitia buka bersama di restoran, tidak keliling membangunkan sahur, tidak ada pasar sore untuk ngabuburit, tidak ada suara anak-anak bermain petasan.

Lantas kemudian orang-orang gencar berdoa “Covid-19 hilang sebelum Ramadhan” tapi nyatanya Allah belum mau segera mengabulkan doa-doa kita. Tidakkah kita bertanya kenapa? Dan apa jawaban atas pertanyaan kita? Yap. Allah sudah pernah bilang “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (asy-Syura: 30).

Kemudian Allah memperjelas “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (ar-Rum:41)

Jika dilihat dari kedua ayat di atas dan jika saya diizinkan untuk mengartikannya, Allah jelas berkata bahwa segala musibah atau kerusakan di muka bumi adalah akibat dari ulah kita, entah ulah yang mana yang Allah maksud, merusak bumi secara fisik atau secara lahir (akhlak) tapi di akhir ayat Allah menjelaskan bahwa Ia ingin mengingatkan manusia agar kembali pada jalan yang benar, taubat. Karena Allah akan memaafkan hambanya yang sunguh-sungguh bukan?

Maka, pada Ramadhan tahun 2020 ini kita diingatkan oleh Allah untuk senantiasa bertaubat dengan lebih khusyuk menyendiri, bermuhasabah atas hal-hal yang telah lalu. Semoga dalam perjalanan hari-hari ke depan Allah mau mengambil kembali makhluk mikro ini dan setelahnya kita mampu lebih bijak dan arif menyikapi segala sesuatu yang terjadi didasarkan iman kita kepada-Nya. Amin. Wallahu’alam.

sumber gambar: Republika.co.id

1 komentar:

  1. Gak kebayang yah kalau korona terus ada sampai nanti bulan haji. Seketika sejarah dunia mencatat untuk pertama kalinya sejak zaman nabi ibadah haji ditiadakan penyelenggaraannya :"((

    BalasHapus