Melaksanakan Tarawih di Rumah itu Sunnah!

Sella Rachmawati

Di Indonesia, entah di kota maupun di desa sejak dahulu selalu melakukan salat tarawih di masjid-masjid. Setiap malam Ramadhan masjid selalu penuh oleh jamaah walapun semakin lama akan semain berkurang jumlahnya.

Tapi, Ramadhan 1441 H ini berbeda, ya karena salat tarawih dianjurkan untuk dilakukan di rumah masing-masing saja demi memutus penyebaran rantai Covid-19. Selalu, di Indonesia akan terjadi pro dan kontra. Ada yang kekeuh melaksanakan tarawih di masjid dan ada yang mengikuti anjuran pemerintah untuk meliburkan tarawih di masjid. Tapi tahukah kamu?

Setelah penulis membaca beberapa artikel di laman nu.or.id dan menyimak pemaparan Prof. Quraish Shihab di channel Youtube narasi.tv, segmen Shihab & Shihab yang ditayangkan pada hari pertama Ramadhan ini dinyatakan bahwa Rasulullah saw. hanya melaksanakan tarawih di masjid beberapa kali saja, ada yang menyebutkan 2 dan 3 malam, sisanya beliau tidak pergi ke masjid untuk menjadi imam tarawih. Hal ini mengacu pada suatu hadis

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: “Dari ‘Aisyah Ummil Mu’minin radliyallahu ‘anha, sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam shalat di masjid, lalu banyak orang shalat mengikuti beliau. Pada hari ketiga atau keempat, jamaah sudah berkumpul (menunggu Nabi) tapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam justru tidak keluar menemui mereka. Pagi harinya beliau bersabda, 'Sunguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali bila shalat ini diwajibkan pada kalian.” Sayyidah ‘Aisyah berkata, 'Hal itu terjadi pada bulan Ramadhan’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah khawatir jika beliau terus menjadi imam salat tarawih, Allah akan menurunkan wahyu untuk mewajibkan salat tarawih kepada umatnya karena belum tentu umat yang akan datang kemudian bersemangat dan memiliki kemampuan yang sama untuk menjalankan salat tarawih seperti pada zamannya.

Barulah pada zaman Khalifah Umar bin Khattab beliau berinisiatif menggelarnya secara berjamaah karena melihat umat Islam saat itu tidak kompak melaksanakan salat tarawih.

Maka salat tarawih dirumah itu tidaklah buruk, karena pada mulanya Rasulullah pun salat tarawih dirumah. Apalagi saat terjadi pandemik seperti sekarang, agaknya salat atau ibadah apa pun jika dilakukan di rumah bukan suatu masalah yang berlebihan.

Jika kita ingat kaidah ushul fiqih La Dharara wa La Dhirara yang artinya tidak boleh memudharatkan dan tidak boleh dimudharatkan atau tafsirannya Prof. Quraish Shihab adalah “Tidak boleh ada hal yang memberi mudhorot pada diri, tidak juga kepada orang lain.” Waallahu’alam.

sumber gambar: bombastis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar