Lebih Dalam Mengenal Aa Gym


Jiva Agung
Dai kondang yang akrab disapa Aa (sebutan kakak orang Sunda) ini lahir di Bandung 29 Januari 1962 dengan nama asli Yan Gymnastiar. Konon, kata Yan diambil dari nama bulan Januari, sebagai bulan kelahirannya. Adapun Gymnastiar dinukil dari kata gymnastic (senam), karena sang ayah yang hobi berolahraga[1].

Saya senang sekali dengan nama ini, karena antik dan tidak ada yang menyerupai, meskipun kemudian banyak yang salah dan sukar menyebutkannya.” ucap Aa dalam sebuah kesempatan.
Ia memulai pendidikan formalnya di SD Damar, sebuah SD swasta yang saat ini sudah dibubarkan. Menjelang naik ke kelas 3 SD, keluarganya pindah ke daerah KPAD, Gegerkalong sehingga membuat Aa harus pindah sekolah. Keluarganya memutuskan Aa untuk melanjutkan sekolah ke SD Sukarasa III. Di sini potensi-potensi kecerdasannya mulai tumbuh, terbukti dari hasil prestasi-prestasi yang diraihnya, seperti memperoleh ranking II di masa kelulusannya[2].

Selepas SD, ia melanjutkan sekolahnya ke SMPN 12 Bandung, kemudian SMAN 5 Bandung, yang dianggap merupakan salah satu SMA favorit di Kota Bandung. Mengenai kepribadiannya, Uti Utiamah[3], guru SMP Aa Gym mengatakan:

“Gym orangnya rajin dan supel dengan teman-teman. Dia juga pintar dalam pelajaran bahasa, aljabar, dan ilmu ukur. Begitu juga dalam bidang olahraga…di kelas tiga dia aktif dalam olahraga beladiri sampai akhirnya menjadi pelatih karate di sekolah…”
Di masa-masa SMA, Aa muda telah menekuni banyak hal guna melatih dirinya menjadi pribadi yang berdikari. Mulai dari berjualan koran, roti, hingga menyetir angkutan umum telah dilakoninya. Benih-benih inilah yang pada akhirnya mengantarkan Aa pada kehidupan wirausaha.

Pendidikan tingginya ditempuh di dua tempat. Pernah mengambil D3 PAAP (Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan) di Universitas Padjajaran (hanya satu tahun), dan Fakultas Teknik Universitas Jendral Ahmad Yani, Bandung. Yang disebut terakhir ini telah dijadikannya sebagai ajang untuk meraih aneka prestasi, mulai dari lomba menggambar, mencipta lagu, baca puisi, hingga pidato[4].

Bermimpi Bertemu Rasulullah

Anak tertua dari empat bersaudara ini mengaku pernah memimpikan Rasulullah. Bermula dari pengalaman spiritual yang begitu langka di mana nyaris sekeluarga (ibu, adik, dan dirinya) secara bergiliran bertemu dengan Rasulullah di dalam mimpi. Mulanya, sang ibu yang bermimpi melihat Rasulullah yang sedang mencari-cari seseorang. Pada malam yang lain, salah seorang adiknya juga bermimpi bertemu dengan Rasulullah di mana ia mendatangi kediaman mereka. Ketika itu—masih dalam mimpi tersebut—sang ayah langsung menyuruh Aa Gym, “Gym, ayolah temani Rasul.” Ketika ditemui, ternyata Rasulullah menyuruh Aa Gym untuk menyeru orang-orang agar mendirikan shalat[5].

Beberapa malam setelah itu, Aa Gym memimpikan hal yang sama. Di dalam mimpinya, ia sempat ikut shalat berjamaah dengan Rasulullah dan keempat khulafaurasyidin. Pada saat itu Aa Gym berdiri di samping Ali bin Abi Thalib, sementara Rasulullah bertindak sebagai imamnya. Namun, Aa mengatakan bahwa sebelum memimpikan kejadian ini, terlebih dahulu ia bermimpi didatangi oleh seorang tua yang berjubah putih bersih yang mencuci mukanya dengan ekor bulu burung merak yang dibalut madu. Setelah itu, orang tua itu berkata, “Insya Allah kelak ia (Aa Gym) akan menjadi orang yang mulia.” Ia mengaku sulit melupakan mimpi yang satu ini[6].  

“Tidak nyaman ketika hati didominasi oleh selain Allah. Akan timbul rasa gelisah, bingung, dan takut kehilangan yang berlebihan.” (Aa Gym)

Setelah mengalami peristiwa mimpi spiritualistik, Aa Gym mengalami goncangan batin. Rasa takutnya akan dosa seringkali membuatnya berperilaku aneh di mata orang. Konon Aa Gym sering menangis ketika ada orang yang menyebut nama Allah, atau hatinya jengkel bila pagi telah tiba, karena ia sedang asyik bertahajud. Melihat tingkah lakunya yang ganjil, membuat kedua orangnya menganjurkannya untuk mengunjungi psikiater[7].

Bukan bertemu psikiater, Aa Gym malah menemui empat ulama zuhud. Yang pertama adalah seorang ulama sepuh[8]. Ulama ini mengatakan bahwa Aa Gym telah dikaruniai tanazzul oleh Allah, yakni pembukaan hati seseorang secara langsung untuk mengenal Allah tanpa melalui proses riyadhah/belajar, atau yang biasa disebut dengan ilmu laduni.

Untuk lebih meyakinkan hatinya, ia kembali melanjutkan perjalanan spiritual dengan berguru kepada KH. Khoer Affandi, seorang ulama tasawuf terkenal yang juga merupakan pemimpin Ponpes Miftahul Huda, Tasikmalaya. Hasilnya sama, ia dinyatakan telah dikaruniai ma’rifatullah. Dua ulama lainnya pun mengatakan hal yang sama. Menurut cerita, kedua ulama tersebut ialah ayah dan kakek seorang wanita yang kini menjadi pendamping hidupnya.

Setelah peristiwa itu mulailah ia berdakwah melalui pengajian dan ceramah-ceramah, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui media cetak dan elektronik. Supaya lebih terorganisir, ia bersama teman-temannya dari lembaga Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW) berencana untuk membangun sebuah Yayasan Pondok Pesantren Darut Tauhid. Yayasan ini terbetuk pada tahun 1990 yang berada di rumah orang tua Aa Gym, meskipun beberapa waktu kemudian pindah lokasi ke Jl.Geger Kalong Girang No.38.

Sebagaimana pesantren lain pada umumnya, Darut Tauhid memiliki penekanan pada pendidikan, dakwah, dan sosial. Namun sebagai sebuah pesantren, tentu Darut Tauhid memiliki keunikan[9]. Salah satu keunikannya yaitu tingginya intensitas aktivitas/usaha ekonomi di dalam lingkungan pesantren. Tiga tahun kemudian, Aa Gym merenovasi tempat tersebut dengan membangun gedung permanen berlantai tiga. Lantai satu untuk kegiatan perekonomian, sedangkan lantai dua dan tiga digunakan sebagai masjid[10].

Di akhir tahun 1997, Aa Gym mengembangkan kegiatan perekonomiannya dengan membangun gedung Kopontren empat lantai yang berlokasi di seberang masjid Darut Tauhid. Gedung ini digunakan sebagai kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT), penerbitan dan percetakan, swalayan dan mini market, wartel, dan pusat informasi.

Dua tahun selanjutnya, tepatnya pada tanggal 9 Desember 1999, Darut Tauhid sudah memiliki radio sendiri yang bernama Umma. Selain itu secara berturut-turut Aa Gym juga mendirikan CV House dan Building (HNB), PT MQs (Mutiara Qolbun Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Darul Muthmainnah, Radio Bening Hati, dan membangun sebuah gedung serbaguna[11].

Selain memiliki kegemaran dalam berbisnis, Aa Gym juga mencintai dunia tulis menulis. Karya-karyanya seperti mengendalikan persoalan hidup, agar hidup Allah yang ngurus, wasiat Rasulullah kepada Abu Dzar, Al Badi’ (Allah yang maha mencipta pertama kali), Al Wahhab (Allah yang maha memberi), Ar Rasyid (Allah yang maha tepat tindakannya), Asy Syakur (Allah yang maha mensyukuri), kiat mengatasi 8 penyakit hati, indahnya kesabaran, bahaya lisan, 7 wasiat Rasulullah, 7 larangan Rasulullah, membangun karakter baku (baik dan kuat), serius mengenal Allah, menggapai derajat ihsan, 5 fokus kiat menjadi pribadi bagus, saya tidak ingin kaya tapi harus kaya, cintai Allah sepenuh hati, hakikat shaum ramadhan, istiqamah jalan kemuliaan, sarat akan nilai-nilai spiritualitas.

“Setiap ketidakjujuran akan membuat diri ini selalu terancam. Hidup jujur, tulus, berani tampil apa adanya, membuat hidup ringan dan bahagia” (Aa Gym)

Semakin lama namanya semakin terkenal hingga membuatnya diundang ceramah di berbagai tempat. Bukan hanya di Indonesia, namanya ternyata juga dikenal di luar negeri. Pada tahun 2002 ia pernah diminta tampil di acara Sixty Minutes di TV NBC, AS. Media tersebut tertarik menampilkan Aa Gym karena dinilai menghadirkan sebuah nuansa Islam yang sejuk dan damai, berbeda dengan padangan Amerika terhadap Islam selama ini. Tak lama berselang, New York Times dan Time menyajikan profil Aa Gym beserta pemikirannya[12].

Mengelola Hati

Setiap ulama biasanya memiliki kekhasan atau spesialisasinya masing-masing. Untuk Aa Gym, ia memang ahlinya soal pengelolaan hati. Dalam penyampaian materinya, ia tak pernah lupa memberikan wejangan kepada pendengarnya agar selalu mengatur dan memelihara kejernihan hati supaya potensi positifnya dapat berkembang secara maksimal. Inti dari pengelolaan hati (manajemen qolbu) adalah sebuah usaha pengendalian diri karena telah mengetahui dengan benar hakikat dirinya.
Dalam bukunya yang berjudul Refleksi Manajemen Qalbu, Aa mengatakan bahwa orang yang hatinya bersih secara otomatis akan membuat gerak-geriknya memiliki magnet. Kata-katanya akan menyakinkan dan menyejukkan hati lawan bicaranya. Totalitas dirinya pun menampakkan sebuah keadaan bahwa hanya ridha Allah yang diharapkan. Singkatnya, Allah menjadi pusat segala orientasi kehidupannya[13].

Adapun Cara mengelolanya ialah dengan mengisi hati dengan sifat-sifat terpuji seperti sabar, tawakal, ridha, rendah hati, ikhlas, jujur, disertai sebuah ikhtiar[14].

Dakwah ke Seluruh Penjuru

Aa Gym sangat concern terhadap perbaikan diri. Menurutnya jika seseorang hendak melakukan dakwah, maka mulailah dari dirinya sendiri. Bagaimana mungkin menganjurkan orang untuk berlaku baik atau menaati Allah jika diri sendiri saja malah berpaling dari-Nya. Selain itu ia juga berkeyakinan bahwa seseorang yang sedang memperbaiki dirinya sendiri, secara tidak langsung sebenarnya akan memengaruhi orang disekitarnya. Bukan dengan banyaknya perkataan melainkan keteladanan.

Mengutip surat Ash-Shaf ayat 3—amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan—Aa mengingatkan seluruh umat muslim untuk menjadi pribadi yang utuh dan konsisten, melakukan penyelarasan antara perbuatan dan perkataan. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa sebuah perkataan akan memiliki kekuatan dan ruh jika telah diamalkan terlebih dahulu oleh si pendakwah[15].

Setelah diri sendiri, sebelum berdakwah secara luas, keluarga harus dibina terlebih dahulu supaya tercipta keadaan keluarga yang sakinah, berprestasi produktif, serta bermanfaat bagi lingkungan. Ustadz yang gemar berkuda ini menyatakan bahwa berdakwah dalam keluarga sama pentingnya dengan membina diri sendiri. Salah satu indikator keberhasilannya ialah dengan melihat output dari setiap anggota keluarga. Anak misalnya, akan menjadi pribadi yang luhur di sekolahnya[16].

Sembari melakukan kedua hal tersebut, baiknya seorang pendakwah juga menebarkan tuntunan Ilahi ke lingkungan sekitarnya. Tidak perlu serba mewah, dakwah dapat dilakukan dengan melakukan hal yang kecil-kecil terlebih dahulu, yang penting konsisten. Aa Gym misalnya, memulai ceramah di masjid At-Taqwa KPAD yang lokasinya persis berada di depan rumah orang tuanya. Selang beberapa waktu kemudian pindah ke sebuah kontrakan sederhana, lalu pindah lagi ke kontrakan Pak Sobarna, yang pada saat ini telah menjadi masjid Darut Tauhid[17].

Ayah beranak tujuh ini semakin melebarkan sayap dakwahnya hingga ke pusat-pusat Kota Bandung. Menurut penuturannya, logatnya yang sangat sunda merupakan suatu anugerah tersendiri sehingga membuatnya dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat.

Pada tanggal 7 Oktober 1999 diadakan pengajian kubro di Masjid Agung Bandung. Saat itu para santrinya ditugaskan untuk berdialog dengan para pelacur dan penjudi yang terbiasa berbisnis di sekitaran alun-alun.

Ada pula satu peristiwa yang tak terlupakan di mana waktu itu Aa Gym beserta umat muslim dari berbagai ormas, pesantren, DKM, LDK, dan LSM melakukan sebuah gerakan jihad fi sabilillah. Mereka menyebutnya sebagai gerakan Forum Masyarakat Bandung Bersatu (FMBB). Acaranya yang bertema Munggah Kubro ini dilakukan dalam rangka memerangi segala bentuk kemaksiatan. Setelah mengakhiri kegiatan dengan melakukan long march ke Pusdai, keesokan harinya mereka melakukan simulasi penggempuran tempat-tempat perjudian. Terhitung ada ribuan kepala yang tergabung dalam aksi ini, melakukan sosialisasi penghentian maksiat dan judi di sepanjang jalan.

Aksi ini berlanjut lagi, tepatnya pada tanggal 17 September 2000 yang dilakukan oleh Forum Silahturahmi Manajemen Qolbu (FSMQ). Lebih jauh dari aksi yang pertama, kali ini mereka, termasuk Aa Gym, langsung mendatangi tempat-tempat perjudian, berdialog dengan pemilik dan pengunjungnya. Walaupun tak ada niatan untuk melakukan aksi kekerasan, namun suasana yang kurang kondusif menyebabkan kekerasan justru terkena pada santrinya. Kejadian yang sangat kontroversial ini telah menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan[18]. 

Di tahun 2001 Aa Gym untuk pertama kalinya diundang secara resmi untuk mengisi acara kenegaraan nasional dalam rangka peringatan Nuzulul Quran di Masjid Istiqlal oleh Said Aqil Munawwar, Menteri Agama saat itu. Acara yang diliput secara nasional oleh salah satu stasiun televisi ini baginya merupakan sebuah ujian ketulusan dalam berdakwah[19].

Kemudian pada saat meledaknya konflik kemanusiaan di Maluku dan Poso yang telah membawa malapetaka dalam kurun waktu yang tidak sebentar, Aa Gym tergerak untuk turut andil meredakannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia memberanikan diri berceramah di Gereja Poso untuk mengajak para warga berdamai dan menganjurkan mereka untuk saling memaafkan dan menyadari pentingnya merajut hubungan positif tanpa saling menyakiti. Konon kehadirannya disambut hangat oleh para pendeta di sana[20].   

Begitu juga dengan peristiwa bom Bali. Aa Gym langsung menuju tempat kejadian supaya mengetahui informasi yang valid. Memang pengebom didakwa ialah dari kalangan komunitas Muslim, tetapi ia berusaha meyakinkan kepada pihak korban bahwa ajaran Islam, sejauh pemahamannya, tidaklah mengizinkan hal tersebut[21].

Pada bulan agustus 2002 Aa Gym diundang untuk bertemu Calin Powell, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Diizinkan untuk menjadi pembicara terakhir, Aa Gym menyampaikan kegundahannya terhadap Amerika, yang menurutnya kurang memberi keadilan kepada masyarakat dunia, khususnya warga Palestina[22].

“Saya hanya warga kecil yang mudah-mudahan hanya bisa mewakili perasaan orang kecil umat Islam Indonesia. Saya sedih melihat AS yang sepertinya kurang adil. Israel yang jelas-jelas banyak melanggar perjanjian, tampaknya disayang dan dibela, sedangkan saudara-saudara kami orang Palestina yang ingin hidup di tanah air sendiri, sepertinya diperlakukan tidak adil. Kami sedih melihat perilaku AS. Bagi kami –rakyat kecil, AS seperti yang sombong memamerkan kekuatan dan senjatanya. Padahal, akan lebih baik jika AS berbuat adil dan bijaksana karena hati tidak bisa dibeli oleh kekerasan dan kesombongan. AS akan menjadi negara yang dicintai oleh bangsa-bangsa di dunia ini kalau AS pribadinya lebih besar daripada senjatanya, karena lebih baik dicintai daripada ditakuti.”
Di kesempatan yang lain ia pun pernah dikunjungi oleh Ralph L. Boyce, Kebubes AS; bahkan dirinya pernah dimuat oleh majalah Time dengan judul Holy Man: Indonesia’s hottest Muslim; mulai saat itulah wartawan mancanegara mulai berdatangan mengunjungi kediamannya[23].

Soal Poligami

Semakin tinggi pohon, akan semakin kencang pula anginnya. Begitu pun dengan manusia. Semakin ia berada di posisi atas, maka semakin banyak pula rintangannya. Itulah yang dialami oleh Aa Gym saat ia memutuskan untuk berpoligami. Sontak saja masyarakat, terutama dari kalangan ibu-ibu langsung menghujatnya dengan aneka cacian. Di sini harus dipahami bahwa sebenarnya medialah yang telah membesar-besarkan masalah.

Apa pun argumen yang diungkapkan oleh Aa Gym rasanya tidak dapat lagi mempan untuk membendung opini masyarakat yang sudah terlanjur mencapnya sebagai kiai bernafsu bejat. Terlebih setelah mereka mengetahui bahwa perempuan yang dinikahinya adalah seorang mantan model yang berparas cantik[24]. Alhasil banyak risiko yang ditanggungnya. Pengajian-pengajian yang dipimpin olehnya mulai sepi pengunjung, masjid berlantai dua yang biasanya penuh, menjadi hanya terisi sebagian, bahkan lantai duanya hanya terisi sekitar sepuluh persen saja. Ponpes Darut Tauhid pun semakin kurang diminati hingga membuatnya harus mengurangi jumlah karyawan.

Jawa Pos memberitakan bahwa sebanyak 300 karyawan yang berstatus kerja lepas dan tetap, terkena perampingan. Jika dihitung, ada sekitar empat puluh persen dari karyawan dirumahkan. Tidak hanya penurunan jumlah pengunjung, omzet sejumlah unit usaha yang dikembangkan Darut Tauhid pun berkurang, seperti air dalam kemasan MQ (Manajemen Qalbu) Jernih yang menurun drastis sebanyak tujuh puluh persen karena adanya pembatalan pembelian para pelanggan yang di antaranya adalah ibu-ibu PKK dan Bayangkhari; MQ TV sebagai saluran lokal Kota Bandung dan yang juga menawarkan programnya ke sejumlah televisi nasional juga terkena imbasnya; infak dan sedekah yang dikelola oleh DKM Masjid Darut Tauhid pun sempat anjlok[25].

Di penghujung 2007 Aa diundang dalam acara Kick Andy. Ini merupakan kali pertamanya muncul di media setelah lama vakum akibat kontroversi poligami. Awalnya ia merasa keberatan untuk tampil lagi di media, karena merasa telah dizalimi. Dan benarlah ia, sekali lagi media menampilkan berita negatif mengenai hubungan rumah tangganya.

Di bulan Maret 2008 media memberitakan adanya keretakan hubungan rumah tangga Aa Gym karena adanya ketidakrukunan antara kedua istrinya. Namun hal itu dibantahnya dan ia menyatakan bahwa rumah tangganya damai-damai saja. Betapapun, Aa Gym sempat emosi hingga menyatakan bahwa wartawan telah memakan gaji haram karena telah membuka atau mengorek-orek rahasia rumah tangganya[26].

Walaupun tidak sesanter tahun 2006, saat ini namanya masih belum benar-benar pulih di hadapan publik. Saat penulis mengatakan bahwa kampus dan kontarakkan penulis berlokasi tidak jauh dari Ponpes Darut Tauhid, sehingga penulis dapat mengikuti pengajiannya, sontak salah seorang tetangga penulis meresponnya dengan pernyataan-pernyataan yang negatif. Terutama mengenai kejadian poligami itu, berbeda dengan respon warga sekitar kampus penulis yang memang lokasinya berdekatan dengan markasnya Aa Gym. Secara umum mereka menghormati, bahkan mengaguminya. Terlebih wejangan-wejangannya membuat warga sekitar menjadi begitu tenang dalam menjalani kehidupan. Nasihatnya tidak melulu dengan menggunakan metode ceramah, karena ia pun senang bersenandung. Di bawah ini merupakan bait-bait yang seringkali dilantunkan olehnya.

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Ilahi

Bila hati kian bersih
Pikiran pun akan jernih
Semangat hidup dan gigih
Prestasi mudah diraih

Namun bila hati keruh
Batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh
Dengan Allah kian jauh

Bila hati kian suci
Tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati
Ciri mukmin sejati
Namun bila hati busuk
Pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk
Jadi makhluk terkutuk

Bila hati kian lapang
Hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan datang
Dihadapi dengan tenang

Tapi bila hati sempit
Segalanya jadi rumit
Seakan terus terhimpit
Lahir batin terasa sakit

sumber gambar: forinsight.blogspot.com

[1] Satrio Arismunandar. (2003). Jagat Bahasa Nasional: Pandangan Tokoh tentang Bahasa Indonesia.
[2] Ibid.
[3] Abdullah Gymnastiar. (2006). Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi. Bandung: Khas MQ, hlm. 15
[4] Ibid, hlm. 18
[5] bio.or.id/biografi-aa-gym-abdullah-gymnastiar/. Dikutip pada 20-8-2016
[6] ibid.
[7] Ibid.
[8] Ada yang mengatakan kalau beliau adalah Ajengan Junaedi.
[9] Lebih lanjut dapat dibuka laman web www.daaruttauhiid.org/profil
[10] Salman Iskandar. (2011). 55 Tokoh Muslim Indonesia Paling Berpengaruh. Solo: Tinta Medina, hlm. 364
[11] Ibid.
[12] Ibid.
[13] Dikutip dari sebuah skripsi. Ada beberapa ayat yang menjadi inspirasinya, seperti Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh merugila orang yang mengotorinya (QS. Asy-Syams [5]: 9-10); (yaitu) di hari arta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (QS. Asy-Syu’ara: 88-89); dan hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, Ketahuilah bahwa sesungguhnya di dalam tubu manusia terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, tetapi apabila rusak, maka akan rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa ia adala al-qalb (HR. Bukhari).
[14] Op Cit.
[15] Abdullah Gymnastiar. (2006). Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi. Bandung: Khas MQ, hlm. 44
[16] Ibid, hlm. 46
[17] Ibid, hlm. 54
[18] Ibid, hlm. 56-57
[19] Ibid, hlm. 60
[20] Ibid, hlm. 62-63
[21] Ibid, hlm. 66
[22] Ibid, hlm. 74
[23] Ibid, hlm. 72-77
[24] Pada Desember 2006, Aa Gym mengadakan jumpa pers yang mengumumkan bahwa dia berpoligami dengan janda beranak tiga yang juga berprofesi sebagai mantan model. Ia menyatakan bahwa poligami ini dilakukan sebagai jalan keluar darurat. sehari setelah jumpa pers diadakan, mulai terjadi boikot lewat sms oleh publik yang berisi kutipan dakwah Aa Gym yang tidak menganjurkan poligami.
[25] wikipedia.org
[26] Ibid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar