Tergusurnya Sekolah Negeri

Agung Fajar
Persaingan sekolah swasta dan negeri sampai sekarang masih terjadi dan hal ini tentu baik ketika hadirnya perbandingan yang membuat sekolah-sekolah menjadi lebih kompetitif dan adanya check and balance dari pendidikan di Indonesia yang bermuara meningkatnya kualitas pendidikan kita saat ini.

Dalam fenomenalnya kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini terhadap sekolah tidak semua sekolah negeri dapat mengatasinya, terlebih negeri-negeri yang belum menjadi favorit yang pengelolaanya belum secara optimal.

Seperti kebijakan mengenai Ujian Nasional Berbasis Komputer atau yang selanjutnya disebut UNBK, pemerintah menuntut untuk menjalankan ujian tersebut pada komputer namun ketika berbicara sarana dan prasarana sekolah-sekolah negeri yang dimaksud khususnya di daerah-daerah masih banyak ditemukan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut serta sekolah negeri itu dituntut untuk mencari jalan keluarnya sendiri.

Hal ini menjadikan sekolah-sekolah negeri yang dimaksud seperti dianak tirikan oleh pemerintah atas kebijakan-kebijakan yang diambil namun tidak diimbangi dengan siapnya menghadapi persoalan-persoalan baru dari negeri-negeri yang mengalami itu.

Kemudian hadirnya sistem zonasi, memanglah konsep dari sistem ini begitu baik dan benar atas dasar keadilan pendidikan namun pada teknisnya belum hadirnya pemerataan yang baik tehadap sekolah-sekolah negeri menjadikan tumpang tindih semua elemen mengatasi hal ini. Seorang murid yang memiliki potensial unggul dan berbakat tentunya tidak menginginkan sekolah negeri yang sembarangan karena tidak apple to apple dari hak dan kewajibanya.

Dari fenomenal-fenomenal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerintah saat ini masih lempar batu sembunyi tangan artinya selalu memberi kebijakan-kebijakan yang baik namun ketika kebijakan-kebijakan tersebut menghadirkan persoalan baru, pemerintah angkat tangan dengan persoalan-persoalan itu sehingga dititikberatkan kembali pada sekolahnya sendiri.

Tak jarang dari rentetan-rentetan peristiwa tersebut, orang tua murid memilih alternatif lain yakni menyekolahkan anaknya pada swasta-swasta yang hadir sesuai dengan kesanggupanya. Hal ini dikarenakan swasta cukup mandiri untuk mengelola sekolahnya sendiri sehingga tidak mengalami birokrasi-birokrasi rumit yang menghambat kemajuan pendidikan di Indonesia.

Negeri-negeri yang belum menjadi sekolah-sekolah favorit tentunya harus bertahan dengan persaingan yang kompetitif dengan sekolah-sekolah swasta, sekolah negeri non favorit harus bisa menciptakan terobosan-terobosan baru agar selalu mendapat perhatian baik dari masyarakat dan pemerintah.

Harus memberikan apresiasi atas kinerja sekolah negeri yang belum favorit tapi masih bertahan di tengah banyaknya persoalan terhitung dari jumlah murid yang diterimanya saat memasuki tahun ajaran baru, Pendidikan harus merata sesuai amanah undang-undang namun penyedia pendidikanpun dituntut untuk merata disemua daerah dan mendapatkan hak-haknya dengan sama sehingga menghasilkan sekolah yang berkualitas seperti indeks tenaga pengajar yang berkompeten, sarana pra sarana yang baik dan lain sebagainya untuk mewadahi generasi-generasi yang unggul dikemudian hari.

Sekolah negeri-negeri tersebut harus mendapat perhatian secara khusus untuk menaikkan kembali kualitasnya dan perlunya tuntunan yang berbeda dengan negeri favorit karena negeri favorit dianggap sudah mampu untuk mengelola sekolahnya selagi tidak adanya pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan.

Tuntunan khusus yang diberikan pemerintah terhadap sekolah-sekolah negeri yang belum favorit dilakukan dengan adanya jangka waktu agar negeri tersebut tidak selalu mengadah kepada pemerintah, jangka waktu tersebut harus dimanfaatkan dengan baik seperti program-program pelatihan seperti pelatihan bagaimana meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk tenaga pengajar, Pengelolaan sekolah yang terstruktur agar visi dari sekolah tersebut terwujud, bagaimana membuat pengaduan dengan cara yang baik dan benar agar sekolah-sekolah tersebut tidak merasa di anak tirikan dari pemerintah melalui dinas-dinas terkait ketika ditemukanya persoalan-persoalan yang terjadi di sekolah atau cara-cara apapun itu yang membuat sekolah-sekolah negeri yang belum favorit merasa terayomi dan pemerintah pun yang telah melakukan program tersebut harus selalu memberikan pengawasan secara khusus bagi sekolah-sekolah negeri yang diperlukan secara khusus agar adanya hasil yang diharapkan dari semua perhatian yang telah dilakukan dan tidak adanya sekolah-sekolah negeri yang tergusur eksistensialnya sekalipun pada daerah-daerah terpencil ditengah persaingan sekolah negeri dan swasta yang semakin kompetitif untuk meningkatkan serta menyebarluaskan kecerdasan kehidupan bangsa dengan cerdas secara intelktual dan cerdas secara spritual.

*Penulis adalah mahasiswa di Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar