Yuk Riyadah di Bulan Suci Ramadan


Banyak orang menghadapi kedatangan bulan Ramadan dengan sikap yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut menjadi indikator tingkat keimanan dan ibadahnya. Tentu hanya diri sendiri dan Allah Swt. saja yang paling tahu. Ada yang menyambutnya dengan senang dan rindu karena sudah mengenalnya. Tetapi ada pula yang menyambutnya dengan cuek atau biasa-biasa saja karena belum memahami barakah dan kesakralannya.

Padahal bulan Ramadan adalah bulan yang mulia dan penuh keistimewaan. Seandainya umat Muslim mampu menjalaninya dengan sebaik mungkin, niscaya akan banyak manfaat yang didapatkan. Sebagaimana kita ketahui selama bulan Ramadan banyak kebiasaan dan aktivitas keseharian yang berubah dari biasanya. Hal ini bisa menjadi riyadhah (latihan) dalam membentuk sikap takwa kepada Allah Swt. Apa saja bentuk riyadhah yang ada dalam bulan Ramadan? Berikut sedikit ulasannya.

Latihan Keikhlasan
Ikhlas yaitu memurnikan niat dan tujuan ibadah hanya karena dan untuk Allah Swt saja. Ibadah puasa mampu menjadi latihan keikhlasan yang efektif. jika kita perhatikan ibadah lain mampu terdeteksi oleh orang lain, namun tidak dengan ibadah puasa. Kita bisa lihat dan tahu orang yang sedang beribadah salat, baca Alquran, zikir, sedekah, apalagi ibadah haji/umrah bisa satu kampung yang tahu.

Berbeda dengan puasa, hanya dirinya, malaikat pencatat dan Allah yang paling tahu. Bisa saja ia berbohong seolah-olah berpuasa, ikut sahur dan berbuka namun secara sembunyi justru makan/minum. Ibadah puasa yang tak bisa ditampakkan pada orang lain ini mampu menjadi sarana latihan keikhlasan.

Orang yang berpuasa dengan ikhlas karena Allah Swt, maka ia yakin bahwa Allah Maha Melihat dan Mengetahui sehingga akan menjalankan puasanya dengan sebaik-baiknya. Berbeda jika ia puasa karena selain Allah misalnya karena orangtua, pasangan atau teman. Ketika di hadapan mereka maka ia seolah-olah puasa, tapi ketika tidak di hadapan mereka maka bisa saja ia tak berpuasa.

Latihan Istiqamah
Istiqamah berarti konsisten, terus-menerus dan berkelanjutan dalam melakukan kebaikan. Ketika seorang Muslim menjalani ibadah di bulan Ramadan, maka ia disibukkan oleh berbagai aktivitas yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Jika biasanya ia bangun ketika subuh atau mungkin setelahnya, ketika bulan Ramadan ia harus bangun lebih awal untuk sahur.

Jika biasanya ia sering melakukan aktivitas yang tidak terlalu bermanfaat, ketika bulan Ramadhan justru ia banyak mengaji dan ibadah untuk mengisi waktu luangnya. Jika ia terbiasa marah maka ketika puasa ia dilatih untuk menahan amarahnya. Begitulah segala aktivitas selama 30 hari bulan Ramadhan melatih kita untuk istiqamah di bulan-bulan lainnya.

Latihan Ihsan
Ihsan bermakna melakukan ibadah dengan sebaik mungkin karena merasa diawasi oleh Allah. Ibadah puasa dilakukan cukup lama yakni dari subuh sampai maghrib sekitar 13 jam. Selama itu umat Muslim dituntut tidak hanya menahan makan, minum dan aktivitas seksual saja, namun lebih dari itu ia harus menahan nafsu nya untuk melakukan maksiat atau akhlak jelek. Semisalnya gibah, dusta, marah dan sebagainya. Selama waktu puasa itu, umat Muslim dilatih agar mampu mengarahkan dirinya sebaik mungkin karena merasa sedang puasa dan diawasi oleh Allah Swt.

Itulah sedikit ulasan riyadhah di bulan Ramadan. Semoga kita bisa menjalani ibadah di bulan ini dengan sebaik mungkin sehingga sikap ikhlas, istiqamah, dan ihsan ini benar-benar bisa menerap dalam diri kita. Dengan demikian derajat takwa yang menjadi tujuan ibadah puasa ini tercapai. Amin

sumber gambar: hamizann.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar