Pesan Singkat, untuk Calon Tanpa Tanggungjawab APK

Agung Fajar
Saat ini kita tiba pada masa tenang untuk menghadapi Pemilihan Umum atau yang selanjutnya disebut Pemilu, menjelang hari puncak pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggaungkan adanya masa tenang dari semua calon kontestan Pemilu salah satunya adalah pencopotan Alat Peraga Kampanye yang mereka (calon) pajang baik di bahu jalan, pohon, papan reklame, jembatan penyeberangan orang dan tempat-tempat lainya yang dianggap strategis untuk menaikkan elektabilitas dan memperkenalkan calon kepada masyarakat agar mendapatkan suara. 

Namun pada masa tenang hari pertama kita tidak melihat dari yang mereka pasang untuk dilepas kembali sesuai prosedur oleh para relawanya masing-masing.

Hal ini budaya yang sudah seharusnya dihilangkan, artinya saat Alat Peraga Kampanye yang mereka pasang dan sudah tiba pada masa tenang para relawan dari calon-calon tersebut harus melepas kembali dari semua yang mereka pasang.

Tetapi hal ini masih diabaikan dan menjadi beban bagi penyelenggara untuk melepas Alat Peraga Kampanye dari yang mereka pasang. Tentunya dalam hal ini tanggung jawab dari calon-calon tersebut ternilai dan kenyataanya masih minim tanggung jawab dari mereka akan hal itu.

Penulis menganalogikan dari persoalan diatas seperti kita melakukan BAB tetapi tidak disiram dari apa yang kita keluarkan. Jijik? Memang kenyataanya seperti itu, apa yang mereka pasang di tempat-tempat yang menurut mereka strategis menjadi kotor merusak nilai estetikanya tempat tersebut untuk dilihat.

Mereka melakukan BAB tetapi tidak disiram untuk dibersihkan sendiri justru yang menyiram adalah pihak lain. Lucu memang, budaya yang sudah seharusnya kita hilangkan karena dari tahun ke tahun selalu terulang setiap musim-musim pencoblosan.

Memang resiko dari sebuah demokrasi tetapi alangkah lebih indahnya para calon-calon tersebut membersihkan sendiri dari semua yang mereka pasang mengenai Alat Peraga Kampanye. Ini hanyalah sebuah bentuk kritik untuk semua calon yang selalu terulang persoalan ini pada masa tenang, pesta demokrasi akan segera berakhir dan seharusnya semua pihak yang terlibat dapat bertanggung jawab dari pesta tersebut.

Sumber gambar: liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar