Istilah Mantul yang Go Viral


Tiada istilah yang sedang paling viral diucapkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya dari kalangan generasi muda, selain kata mantul. Entah siapa yang pertama kali memakainya, tetapi karena cepatnya arus gerak media sosial, kata ini segera digunakan dalam percakapan-percakapan informal mereka.

Dikatakan bahwa mantul merupakan singkatan dari dua buah kata, yakni mantap dan betul (dibaca: mantap betul), yang biasanya dipakai sebagai bentuk ekspresi pujian terhadap perbuatan tertentu seseorang. Tentu saja kata mantul ini tidak akan kita temukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sebab ini merupakan sebuah ciptaan kreatif  masyarakat Indonesia yang suka menggabung-gabungkan kata demi mempersingkat penyampaian. Kalaupun ada padanan katanya, mungkin kita hanya akan menemukan kata yang mirip dengannya, yaitu memantul. Tetapi jelas, memantul memiliki makna yang jauh berbeda dengan mantul. 

Sebenarnya ini bukan kali yang pertama. Sebelumnya ada juga istilah-istilah senada yang pernah muncul dalam perbincangan sehari-hari kita. Sebut saja salah satunya adalah gabut, istilah buatan informal yang merupakan penyingkatan dari kata magabut, yang berarti makan gaji buta. Maknanya bisa diperluas ke dalam berbagai konteks selama masih menunjukkan sebuah keadaan di mana seseorang sedang tidak mengerjakan apa pun. Dalam waktu yang tidak berjauhan pernah juga muncul istilah mager, yang berasal dari singkatan kata malas gerak. 

Lalu bagaimana seharusnya menyikapi gejala munculnya kata-kata yang demikian ini? Sebenarnya kita tidak perlu bersikap kaku, karena memang pada hakikatnya bahasa bersifat dinamis, dia akan sangat mungkin mengalami perubahan-perubahan, baik dalam bentuk kata maupun maknanya. Bahkan bisa saja kata mantul ini pada akhirnya akan dibakukan ke dalam KBBI kalau memang dibutuhkan, sebagaimana kata viral dan hoaks (serapan bahasa Inggris dari kata hoax). 

Di sisi lain, kemunculan kata-kata informal atau gaul dari suatu masyarakat atau kebudayaan tertentu adalah suatu keniscayaan. Setiap negara pasti memilikinya. Di dalam negara-negara yang menggunakan Bahasa Inggris, mereka mengistilahkannya sebagai bahasa slang. Salah satunya contohnya ialah taking the mickey yang merupakan penyingkatan dari ungkapan lengkap to take the mickey out of someone. Tidak memiliki hubungan dengan tokoh Mickey dalam kartun Disney, ungkapan ini memiliki arti olok-olokan terhadap seseorang yang biasanya dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya. Jelas, frasa ini tidak akan ditemukan di kamus mereka. Pun sama dengan Bahasa Arab, bahasa pasar atau gaulnya dikenal dengan istilah Arab Amiyah, berdampingan dengan bahasa resmi dunia Arab yang biasa disebut al-lughah al-fushah.
 
Dengan demikian kita harus pandai menempatkan diri, sesuai dengan waktu dan tempatnya. Jangan sampai menggunakan kata informal atau gaul dalam situasi di mana memang pembicaraan serius dan resmi diperlukan. Sehubungan dengan hal ini, penggunaan kata mantul bisa bahkan perlu diganti dengan kata lainnya yang memang bersifat baku, seperti luar biasa, keren, hebat, dan yang semisalnya. 

Sebaliknya, akan sangat kaku jika kita senantiasa menggunakan kata-kata baku dalam perbincangan sehari-hari, bukannya malah mengeratkan dan mencairkan hubungan malah bisa mengakibatkan terciptanya ruang-ruang pemetakan. 

sumber gambar: indoamaterasu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar