Upaya Menjinakkan China di Asian Para Games


Juara bertahan Cina tidak diragukan lagi adalah negara yang harus dikalahkan di Asian Para Games 2018, yang dibuka di Jakarta pada hari Sabtu. Ke-42 negara peserta lainnya akan habis-habisan dan mencari peluang untuk menjinakkan China, yang mengantongi total 67 medali emas di Asian Para Games 2014 di Incheon.

Asian Para Games ketiga akan menampilkan 512 pertandingan dalam 18 cabang olahraga. Enam belas pertandingan, bagaimanapun, bukan ajang perebutan medali karena jumlah peserta terbatas. Sebuah pertandingan dianggap dianggap sebagai perebutan medali jika diperebutkan oleh setidaknya empat atlet dari dua negara. Jepang mengirimkan kontingen terbesar dengan 303 atlet, diikuti oleh Indonesia dengan 295 dan Thailand dengan 237. China hanya akan memebawa 232 atlet ke Jakarta.

Meskipun kurang kuat dalam jumlah, kekuatan Tiongkok tersebar luas di beberapa cabang olahraga favorit, termasuk atletik, renang, dan menembak. Dengan adanya seorang juara dunia di dalam skuadnya, Cina dianggap sebagai tim favorit untuk berada di puncak dalam kompetisi menembak tahun ini, kata penembak Indonesia Heru Zainudin. Dia menunjuk pada Lou Xiaolong, yang memenangkan gelar juara dunia di Al Ain Para Sport World Cup 2018 setelah memperoleh 581 poin dalam enam putaran.

“China akan menjadi pesaing terkuat kami dalam kompetisi menembak,” kata Heru seperti dikutip oleh situs web Asian Games Organizing Committee Indonesia (INAPGOC), asianparagames2018.id, Jumat.

Pada Olimpiade Para Games 2018 ini, Lou Xiaolong diharapkan akan bersaing dalam kategori 10 meter, 25 meter dan 50 meter. Pada Olimpiade 2014 di Incheon lalu, China juga dominan dalam cabang atletik, di mana China mengumpulkan tidak kurang dari 15 emas, 14 perak dan 11 perunggu.

Dalam cabang renang, persaingan sengit diperkirakan akan terjadi antara China dan Korea Selatan di kategori pria, dengan para perenang dari Jepang, Hong Kong, dan Uzbekistan semua ingin menarik perhatian di kolam renang, menurut panitia Paralimpik Asia. Bagi China, semua mata akan tertuju pada beberapa pemegang rekor, seperti Yang Yang dan Zhao Liankang (S2), Li Junsheng (S5), Huang Xianquan dan juara dunia Xu Haijiao, yang akan diharapkan dapat mengambil posisi teratas dalam pertandingan S8.

Pada hari pembukaan, Para Games akan mempertontonkan kompetisi di cabang bulutangkis, tenis meja, dan kursi roda basket. Di cabang bulu tangkis, Tim Indonesia dipimpin oleh pasangan nomor satu dunia Hari Sutanto dan Ukun Rukaendi dalam pertandingan ganda putra SL3 dan SL4.

Peraih medali emas Para Games Incheoon, Hari, mengatakan bahwa ia akan bersaing di kategori ganda putra, ganda campuran dan kompetisi tim. “Kami telah berlatih selama 10 bulan di pusat pelatihan Paralimpik Nasional di Surakarta [Jawa Tengah],” kata Hari, yang telah mengarahkan perhatiannya pada emas dalam kontes-kontes tersebut. "China dan Korea Selatan akan menjadi lawan terkuat kami."

Penyelenggara mengatakan tiket untuk pertandingan masih tersedia untuk dibeli secara online di asianparagames2018.loket.com, sementara barang dagangan resmi akan mulai dijual mulai Sabtu.

Diterjemahkan oleh M Jiva Agung W dari artikel Asian Para Games: Athletes from 42 countries seek to tame Chinese dragon (thejakartapost.com, 06/10/18)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar