Pemuda Jepang tak Ingin Hidup Hingga Usia 80 tahun

Sebuah survei telah menunjukkan bahwa anak-anak Jepang berusia 20 tahun banyak dari mereka yang tidak ingin hidup di usia 80-an. Meskipun negara ini memiliki salah satu tingkat harapan hidup tertinggi di dunia, pria dan wanita muda Jepang tampak tidak menyambut program “masyarakat 100 tahun”nya pemerintah.

Masyarakat 100 tahun adalah slogan yang diperjuangkan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. September lalu 2017, Kantor Hubungan Masyarakat Kabinet Jepang melaporkan bahwa Abe mengadakan pertemuan pertama Dewan untuk perancangan masyarakat hidup 100 tahun, dengan tujuan untuk fokus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas individu dalam hal populasi yang semakin menua di Jepang dan menurunnya angka kelahiran.

Namun, ini tampaknya tidak bergema pada generasi muda Jepang. Sebagaimana dilaporkan The Japan Times pada 17 September, pria dan wanita Jepang dari usia 20 hingga 29 tahun "berharap dapat hidup hingga sekitar 78,1 tahun dan 76,9." Survei yang dilakukan oleh perusahaan asuransi MetLife Inc Juni lalu, juga menunjukkan bahwa dari 14.100 responden, 41,2 persen mengatakan mereka tidak ingin hidup terlalu lama. Sementara itu, 81,7 persen menyatakan keprihatinan tentang usia tua. Survei ini juga menyoroti penyebab utama kecemasan di kalangan pemuda Jepang, dengan uang menjadi perhatian utama mereka. Sebanyak 27,1 persen atau 3.821 responden mengatakan mereka tidak mengharapkan untuk menerima pensiun sama sekali di usia tua mereka. 

diterjemahkan oleh M Jiva Agung W dari artikel berjudul
Japan’s 20-year-olds don’t want to live into their 80s: Survei

sumber gambar: akibanation.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar