Ahed Tamimi Disambut Real Madrid


Aktivis Palestina, Ahed Tamimi, yang penangkapannya tahun lalu mendapatkan kecaman internasional, mendapatkan penghormatan dari klub sepak bola Real Madrid setelah dia dibebaskan dari penjara Israel. Seorang gadis berumur 17 tahun ini dipenjara pada bulan Desember 2017 setelah sebuah videonya menampar dan memukul dua tentara Israel di luar rumahnya di desa Nabi Saleh di Tepi Barat yang diduduki menjadi viral. 

Tamimi dan ayahnya Basim Tamimi diundang ke stadion Santiago Bernabue di ibu kota Spanyol hari Sabtu di mana dia disambut oleh penyerang Emilio Butragueno dan diberi jersey sepak bola yang mempersonalisasikan namanya. Aktivis berumur 17 tahun ini sekarang sedang berada di Eropa untuk menghadiri serangkaian acara politik. 

Dia dibebaskan dari penjara di akhir bulan Juli setelah dijatuhi hukuman delapan bulan penjara karena pertengkarannya dengan tentara Israel di depan rumahnya. Dia telah menjadi simbol perlawanan Palestina terhadap penjajahan Israel. Kasusnya telah membawa perhatan global berkaitan dengan persoalan penahanan anak-anak Palestina oleh pasukan Israel. 

Menulis untuk Al-Jazeera, penulis Palestina Ramzy Baroud mengatakan bahwa Tamimi adalah “sebuah ikon generasi muda Palestina yang memberontak”

“Setelah menghabiskan delapan bulan di penjara karena menghadapi tentara penjajah Israel di halaman belakangnya, Ahed muncul lebih kuat dan lebih bertekad untuk menyampaikan rasa sakit dan perjuangan rakyatnya ke dunia,” tulisnya bulan lalu.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahson mengecam keputusan Real Madrid untuk menjadi tuan rumah remaja di Twitternya, menyebutnya “memalukan.”

“Real Madrid menjadi tuan rumah teroris yang menghasut kebencian dan kekerasan. Apa yang harus dilakukan dengan nilai-nilai sepakbola! ??! [Emoji yang marah],” katanya.

Duta besar Israel untuk Spanyol Daniel Kutner juga mengecam klub sepakbola tersebut, menyebut penerimaan mereka atas Tamimi sebagai dorongan tidak langsung dari agresi. “Ahed Tamimi tidak berjuang untuk perdamaian, dia membela kekerasan dan teror, institusi yang telah menerima dan merayakannya secara tidak langsung mendorong agresi dan bukan dialog dan pemahaman yang kita butuhkan. Hari ini saya tidak akan pergi ke Bernabeu [stadion],” ucapnya di Twitter.

Yang lain merayakan keputusan Real Madrid untuk menjadi tuan rumah seorang aktivis tersebut (Tamimi, penj).


* diterjemahkan oleh M Jiva Agung W dari artikel Real Madrid footbal club honours Palestine Activist Ahed Tamimi, aljazeera.com (30/09/18)


sumber gambar: suarapalestina.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar