Selama Tuhan Anugerahiku Cinta, Selama itu Indonesia Kucintai

Fahmi Munib

73 tahun silam, tepat hari ini Indonesia telah diproklamirkan sebagai negara yang merdeka oleh para proklamator-proklamator bangsa, naskah proklamasi pun telah dikumandangkan oleh Bapak Ir. Soekarno yang juga sebagai pahlawan bangsa, namun disaat yang bersamaan katika proklamasi dibacakan bangsa kita masih belum seutuhnya terbebas dari teror para penjajah, sehingga para pejuang harus ekstra mengusir penjajah dari tanah bumi pertiwi.

Bangsa kita diperjuangkan dengan waktu yang cukup lama, dengan pertumpahan darah para pahlawan bangsa, dengan senjata yang hanya berupa bambu yang runcing pada ujungnya, dengan doa yang senantiasa terpanjat dari lubuk hati para pejuang bangsa. Bangsa kita telah melewati drama memilukan yang ditokohi oleh manusia, penjajah sebagai tokoh Antagonis dan para pahlawan sudah tentu sebagai tokoh Protagonis.

Detik ini, Indonesia telah ditinggalkan oleh para penjajah-penjajah yang menodongkan senjata, melempar granat, dan menembakkan meriam, kita tidak lagi bekerja secara Rodi maupun Romusa kepada penjajah, tanah kita sudah tak lagi diinjak kaki-kaki penjajah, seharusnya kita sudah merdeka.

Namun, apakah kita sudah merdeka secara utuh? tanyakan pada diri kita masing-masing, merdeka seharusnya tak ada lagi kesenjangan sosial, merdeka seharusnya tak ada lagi rasa takut untuk menyampaikan aspirasi, merdeka seharusnya tak ada lagi pertumpahan darah, merdeka seharusnya tak ada lagi rakyat yang tergusur, merdeka seharusnya kita jadi aktor utama untuk bangsa kita sendiri, merdeka seharusnya tak ada narkoba yang dikonsumsi, merdeka seharusnya tak ada lagi koruptor yang merugikan bangsa, merdeka seharusnya tak ada lagi mafia-mafia yang jahat di bangsa ini, dan merdeka seharusnya diisi dengan rasa syukur pada Tuhan yang Mahakuasa.

Kita percaya bangsa ini sedang berbenah diri menjadi pribadi yang dicintai, mari kita doakan bersama semoga bangsa ini menjadi bangsa yang Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafūr, mari berbuat yang terbaik untuk bangsa ini, sumber daya alam yang kita miliki mari kita jaga, mari jadi tuan di ditanah sendiri, dan mari kita kerja nyata untuk bangsa ini.

Jika ditanya seberapa cinta kita pada bangsa Indonesia, tidak usah dijawab dengan narasi yang panjang atau dengan drama demi drama yang beredpsode-episode, cukup saja jawab “Selama Tuhan tanamkan cinta pada kita, selama itu rasa cinta akan mengalir untuk Indonesia”.

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia, semoga senantiasa Tuhan menjaga bangsa kita.

Indonesia, 17 Agustus 2018


sumber gambar: tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar