Kerajaan Ubur-Ubur dan Penjelmaan Tuhan

Muhammad Akbar
Belum lama ini, ada sebuah peristiwa yang lumayan menyedot perhatian publik, yaitu munculnya Kerajaan Ubur-ubur di Serang, Banten. Kerajaan Ubur-ubur ini merupakan sebuah sekte ajaran yang diisinyalir sesat dan menyimpang. Bahkan dikabarkan bahwa pemimpin Kerajaan Ubur-ubur ini, yaitu Aisha Tusalamah Baiduri mengaku sebagai penjelmaan Roro Kidul. Mungkin alasan ini pulalah yang mengilhami penamaan sektenya sebagai Kerajaan Ubur-ubur.

Seperti yang dikutip dari Kumparan.com, MUI Kota Serang mencatat bahwa ada tiga kesesatan dan enam penyimpangan yang dilakukan Kerajaan Ubur-ubur. Beberapa di antaranya adalah: menyebut Muhammad adalah wanita, Ka’bah bukan kiblat umat Islam, mengaku sebagai perwujudan Allah, hingga mengklaim sebagai jelmaan Nyi Roro Kidul.

Tak ubahnya seperti ajaran-ajaran menyimpang yang pernah terjadi sebelumnya, ada sebuah pengakuan klise; mengaku sebagai perwujudan atau penjelmaan Tuhan. Bagi orang beriman, tentu pengakuan tersebut amatlah mustahil dan menyesatkan. Bagaimana mungkin seorang manusia biasa mengaku dirinya sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa?

Dalam Islam, Ke-MahaKuasa-an Allah tidaklah terbatas, meliputi kuasa atas langit dan bumi, dunia dan akhirat, seluruh jagad alam raya. Bila Allah menjelma dalam wujud makhluk-Nya, maka Dia telah turun derajat dan menjadi terbataslah Ke-MahaKuasa-an-Nya. Justru dengan keghaiban-Nya, Allah terbebas dari cacat makhluqi.

Bila Tuhan menjelma dalam wujud manusia, Tuhan akan merasakan lapar, haus, mengantuk, kesal, sedih, gembira, terluka, rasa sakit, bahkan merasakan kematian. Apakah Tuhan serapuh itu? Tentu tidak.

Rumah tersebut di atas merupakan “istana” kerajaan Ubur-ubur yang didiami oleh 12 pengikutnya. Saya semakin heran, bagaimana bisa istana “Tuhan” begitu sederhana, sedangkan semestinya Tuhan adalah Penguasa Alam Semesta? Di tengah kekuasaan Tuhan atas Alam semesta ini, masa iya Tuhan ngontrak di rumah sepetak? Ah, makin ngawur saja.

sumber gambar:
news.detik.com
kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar