Belajar dari Gempa Lombok

Seorang muslim diajarkan oleh agamanya agar selalu bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Karena memang begitulah dunia, berbagai kenikmatan dan kesulitan yang datang bergantian bahkan bersamaan harus disikapi dengan syukur dan sabar. Dunia ini memang permainan, semuanya semu tak ada yang abadi. Hari ini kita senang besok dan seterusnya belum tentu, bahkan kita pun selalu salah menyangka jika melihat orang lain seperti tampak bahagia atau sedih padahal tanggapan itu ternyata tidak tepat.

Semua orang bahkan suatu bangsa pasti akan mengalami bahagia dan sedih ini. Bangsa Indonesia misalnya, kita yang setiap hari hidup di dalamnya tentu sudah paham dengan begitu banyaknya permasalahan di negeri ini. Salah satunya yaitu bencana alam. Dimulai dari banjir, longsor, kebakaran hutan, gunung meletus, angin beliung, gempa sampai tsunami sekalipun semuanya pernah terjadi di negeri ini. Bahkan yang terakhir yaitu dua kali guncangan gempa diatas 6 SR  di Lombok dalam waktu satu pekan terakhir (30/7/2018 & 6/8/2018). Bangsa kita seharusnya sudah banyak belajar dari semua peristiwa itu. Lalu, apa yang harus dipelajari?.

Jika kita pelajari dalil-dalil Alquran maupun hadis banyak mengemukakan peristiwa gempa sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah, pertanda kiamat bahkan azab dan peringatan bagi kaum yang durhaka dan banyak berdosa. Tentunya sebagai orang beriman kita harus meyakini dalil-dalil itu, namun jangan sampai menjudge buruk daerah yang terkena bencana gempa tersebut. Cukuplah kita menjudge diri sendiri bahwa banyaknya gempa bermunculan ini adalah peringatan Allah atas kelalaian diri kita.

Berbeda dengan keyakinan orang yang tak punya iman, mereka meyakini bahwa gempa tidak memiliki kaitan dengan perbuatan dan maksiat manusia. Mereka menganggap kejadian gempa itu murni fenomena alam, bukan hukuman Tuhan. Jika kita hanya melihat dari sisi fisik memang tak ada kaitannya secara langsung, namun orang beriman tentunya meyakini bahwa segala pergerakan di alam semesta ini atas kehendak Allah. Bukanlah hal yang berat bagi Allah melakukan itu semua.

Ada banyak hal menarik yang kita amati dari peristiwa gempa di Lombok ini. Setelah gempa 6,1 SR yang cukup membuat banyak korban dan kerusakan, tiba-tiba tepat sepekan kemudian muncul gempa lagi yang lebih besar yaitu 7 SR.  Bahkan para ahli gempa pun tak menyangka akan terjadi gempa yang lebih besar dari sebelumnya. Pada umumnya tak ada gempa susulan yang lebih besar. Para ahli menyangka gempa 6.1 SR itu adalah puncaknya, namun ternyata bukan.justru muncul kembali gempa selanjutnya yang lebih besar disertai gempa susulan lainnya puluhan kali.

Selain itu muncul pula video viral mengenai imam salat di Bali yang tetap kokoh berdiri memimpin salat meskipun beberapa makmum lainnya berlarian menyelamatkan diri. Banyak orang memujinya, walaupun bumi bergoyang namun imannya sama sekali tak tergoyangkan oleh gempa.

Berulangkali gempa terjadi di negeri ini namun hanya sedikit saja sepertinya kita mendapatkan pelajaran darinya. Dari segi fisik misalnya, kita semua tahu bahwa negeri kita ini rawan gempa, namun masih saja kita mengabaikannya.

Lihatlah betapa banyak orang yang mendirikan bangunan yang justru berbahaya jika terjadi gempa. Banyak orang mendirikan bangunan di daerah perbukitan yang kontruksi tanahnya kurang kuat, ada pula yang mendirikan bangunan bertingkat di pemukiman padat, lebih parahnya kualitas bangunan itu kurang baik. Dapat dibayangkan apa yang terjadi setelahnya jika muncul gempa. Seharusnya gempa menjadi bahan pertimbangan bagi suatu kebijakan.

Terkadang saya pun merasa khawatir selama tinggal di Jawa Barat tepatnya di Bandung ini. saya pernah berbincang-bincang dengan orang yang mendalami ilmu geologi. Ia mengatakan bahwa di Bandung terdapat patahan yang melintang di daerah Lembang, jika patahan itu bergerak beberapa cm saja maka akan menimbulkan guncangan lebih dari 6 SR di kota Bandung dan sekiranya. Tinggal menunggu waktu saja bagi Allah untuk membangunkannnya. (llihat selengkapnya di: https://tirto.id/inilah-yang-terjadi-saat-gempa-lembang-menghantam-bandung-cyE6 )

Itulah secuil persoalan gempa di negeri ini. Berbagai bencana alam akan selalu mengiringi kehidupan di dunia ini. Jangan sampai hal tersebut melalaikan kita dari peringatan Allah ini. Ketakutan dan kekhawatiran bencana alam di dunia sama sekali tak ada bandingannya dengan ketakutan di hari kiamat dan di hari kelak kita akan dibangkitkan menunggu nasib akhir selamanya.

Semoga dengan adanya berbagai bencana ini, kita lebih bersikap mawas diri mengevaluasi dan meningkatkan kualitas iman, ibadah dan akhlak kita. Tak ada yang tahu secara pasti kapan bencana akan tiba, apalagi gempa saat ini pun belum ada alat dan cara untuk memprediksi terjadinya. Mungkin Allah sengaja merahasiakannya sebagai peringatan.

sumber gambar: tekno.tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar