Dilatasi Waktu



Tri Cahyana Nugraha
Soal waktu yang berkaitan dengan perasaan
Kemudian kata-kata memepat menjadi distorsi hujan yang menua karna penantian
Dan mati tanpa ada persaksian
Aku sempat ingat kau berkata
“Kematian adalah kenangan”
Seraya mengibaskan rambut hitammu
Diiringi jatuh kelopak senja di tepi hujan

Ah, duka-duka yang papa. Masihkah kau di sana?
Merindu muram yang sama

Aku senantiasa mencari lekuk kesedihan di tiap kecupmu
Wajahmu senja. Aku masih ingat juga
Meski mulai memudar diterpa senyum-senyum rekah dari bibir tipis itu

Oh, aku jatuh juga
Pada kesepian waktu tentang kita
Adakah rindu itu masih menghantui malammu?
Setelah kutikam mati anak-anak rindu itu
Lalu cahaya lampu kota pun sempat jatuh untuk mengenangmu

Nara, bagaimana kabarmu?
Panorama, 12 desember 2016

sumber gambar: rasyidangkotasan.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar