Memilih Pemimpin Kreatif untuk Jawa Barat

Sungai Citarum mendadak menjadi pusat perhatian dunia. Hal ini terjadi setelah Gary A Benchegib seorang pembuat film asal Perancis membuat film dokumenter tentang kondisi Sungai Citarum. Gary mengarungi Sungai Citarum dengan sampan buatannya sendiri selama dua minggu. Terrekamlah kondisi yang sebenarnya dari sungai yang memiliki panjang 290 km ini. Berdasarkan rekamannya sungai citarum layak disebut salah satu sungai terkotor di dunia. Menurut Gary hal yang paling banyak mengotori sungai Citarum adalah sampah rumah tangga.

Merespon hal ini pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dengan sigap dengan mencanangkan program penanggulangan pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai Citarum. Peresmian program tersebut dilakukan di kilometer 0 Citarum Situ Cisanti Kertasari Bandung. Tentu saja sudah puluhan tahun pemerintah berusaha menyelesaikan masalah di daerah aliran sungai Citarum. Namun sampai hari ini hasilnya belum maksimal.

Sungai Citarum adalah salah satu permasalahan di Provinsi Jawa Barat. Selain persoalan lingkungan, kemiskinan juga menjadi salah satu permasalahan yang harus diselesaikan. Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa angka kemiskinan tertinggi untuk perkotaan ditempati oleh provinsi Jawa Barat. Jawa Tengah menempati peringkat kedua.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik ( BPS) per Maret 2017, angka kemiskinan di Jawa Barat mengalami penurunan. Namun, penurunan ini tidak signifikan yaitu dari 8,77 persen menjadi 8,71 persen atau hanya mengalami penurunan 0,006 persen dari target 1 persen setiap tahun. Artinya, masih ada sekitar 4 juta lebih warga Jawa Barat yang hidup dalam garis kemiskinan.

Dua hal tersebut merupakan sekelumit dari berbagai macam permasalahan Provinsi Jawa Barat. Banyaknya permasalahan ini merupakan tanggung jawab pemimpin untuk mengatasinya. Tentu bukan berarti bahwa segala hal harus dikerjakan oleh pemimpin Jawa Barat sendirian. Melainkan seorang pemimpin lah yang harus mengkoordinasikan seluruh elemen dan stakeholders yang ada. Koordinasi yang baik akan melahirkan penyelesaian masalah yang efektif dan efisien.

Ada beberapa kriteria pemimpin yang dibutuhkan Jawa Barat hari ini. Jika merujuk kepada sifat-sifat Nabi Muhammad SAW ada empat kriteria yang wajib dimiliki oleh pemimpin. Pertama adalah integritas, hal ini merupakan syarat mutlak bagi seorang pemimpin.

Tanpa integritas, seorang pemimpin dapat melakukan tindakan korupsi yang merugikan rakyatnya. Menurut mendagri, pasca otonomi daerah 313 kepala daerah tersangkut kasus korupsi. Hal ini memperlihatkan bahwa integritas masih belum menjadi karakter sebagian pemimpin kita.

Kriteria kedua adalah kepercayaan rakyat. Seorang pemimpin yang baik harus menjadi sosok yang memang dipercaya oleh konstituennya. Sistem demokrasi kita memungkinkan mayoritas rakyat memilih pemimpin yang paling mereka percaya. Tentu saja bukan berarti menihilkan peran oposisi sebagai control terhadap kekuasaan.

Kriteria ketiga adalah kompetensi. Pemimpin Jawa Barat haruslah seorang yang kompeten setidaknya dalam dua hal, yakni leadership dan manajerial. Dengan leadership yang bagus maka kebijakan akan berjalan efektif. Dengan manajerial yang baik maka kebijakan akan berjalan dengan efisien dan sesuai perencanaan.

Kriteria keempat adalah komunikatif. Komunikasi yang baik merupakan hal yang sangat penting dimiliki seorang pemimpin. Banyak pemimpin yang disalahfahami karena kurang pandai mengkomunikasikan gagasannya. Maka dari itu kemampuan komunikasi yang baik dapat menunjang keberhasilan kepemimpinan.

Seseorang yang memenuhi empat kriteria tersebut dapat menjadi sosok pemimpin yang ideal. Namun pemimpin pada masa ini telah memasuki era baru, yakni era millennial. Menurut Alvin Toffler peradaban manusia telah melewati tiga gelombang. Gelombang pertama adalah masyarakat pertanian. Gelombang kedua masyarakat industri. Gelombang ketiga adalah masyarakat informasi. Kita berada pada gelombang ketiga yaitu era millennial.

Tentu saja tantangan seorang pemimpin pada era ini berbeda dengan era sebelumnya. Maka dari itu selain keempat kriteria di atas, ada satu kriteria lagi yang harus dimiliki oleh pemimpin masa ini, yakni kreatifitas. Jawa Barat memerlukan pemimpin yang kreatif, yang berani melakukan hal-hal yang baru dan out of the box. Seorang pemimpin yang terbuka dengan gagasan baru dan tidak alergi dengan perubahan yang ada. Perubahan dijadikan sebagai tantangan bukan ancaman. Pemimpin seperti ini yang akan menyelesaikan permasalahan di Jawa Barat dengan lebih baik lagi.

Menurut Rhenald Kasali ada sebuah fenomena baru pada masa ini yang bernama disrupsi. Fenomena ini ditandai dengan runtuhnya raksasa-raksasa bisnis yang selama bertahun-tahun menguasai pasar. Disrupsi bisa diatasi salah satunya dengan kreatifitas dan inovasi tiada henti. Tentu saja pemerintah berbeda dengan perusahaan. Namun pemimpin kreatif sangatlah relevan untuk Jabar dalam menghadapi era disrupsi ini.

sumber gambar: www.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar