Secuil Cerita Peningkatan Minat Alquran di Sekolah



Taufik Hidayat
Sudah selayaknya bagi seorang muslim memiliki kemampuan yang baik untuk membaca Alquran, sebab ini merupakan gerbang utama untuk memahami isi Alquran, bahkan ke arah yang lebih jauh yaitu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Namun sepertinya dalam upaya mencapai tujuan ini, khususnya di Indonesia, kita masih mempunyai kendala tersendiri. Problem bahasa misalnya, karena Alquran yang berbahasa Arab dan bertulisan Arab bukanlah kebiasaan masyarakat Indonesia zaman now. 

Sebenarnya di Indonesia sendiri, setidaknya di beberapa tempat, budaya membaca Alquran sudah dimulai semenjak kecil. Pembelajarannya bisa terdapat di sekolah, madrasah, atau masjid, baik secara formal maupun non-formal. Namun sayangnya, banyak kasus yang memperlihatkan bahwa mereka itu jika telah beranjak dewasa, malah semakin menyingkirkan budaya membaca Alquran.

Banyak survei atau penelitian kemampuan membaca Alquran dilakukan di berbagai daerah. Hasilnya kurang lebih mirip, yaitu lebih banyak mereka yang belum mampu membacanya dengan benar. 

Saya sendiri punya pengalaman berkecimpung di lembaga Alquran ketika masa perkuliahan dulu.  Lembaga tersebut selalu mengadakan tes membaca Alquran pada setiap mahasiswa baru di setiap semesternya. Hasilnya pun hampir sama, yakni setiap semester hanya sekitar seperempat dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang mampu membaca Alquran sesuai kaidah. 

Sebagai contoh misalnya untuk melihat salah satu data survei terbaru kemampuan membaca Alquran bisa kita lihat pada link berikut ini:
 

**
Pada semester kemarin di sekolah tempat saya mengajar juga memiliki permasalahan yang sama mengenai kemampuan siswanya dalam membaca Alquran. Padahal target sekolah kami cukup tinggi mengenai Alquran ini. Mereka bukan saja menargetnya siswanya untuk dapat membaca tetapi juga menunutu supaya mereka sudah harus bisa menganalisisnya—sesuai kadar siswa. Kegiatan membaca Alquran di sekolah dilakukan setiap satu jam dalam satu pekan bersama wali kelas. Namun ternyata hal ini masih belum maksimal. 

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, di antaranya yaitu kurangnya rasa perhatian terhadap kegiatan membaca Alquran. Durasi waktu kegiatan yang terbatas kemudian disertai kegiatan dan sarana prasarana yang seadanya membuat kegiatan membaca Alquran sulit berkembang. Adapun siswa yang mampu membaca Alquran, biasanya karena mereka belajar di rumahnya sendiri baik oleh orang tua maupun guru ngaji privat, itu pun jumlahnya hanya beberapa siswa saja.

Hingga akhirnya pada semester ini pihak sekolah mengadakan perombakan mengenai kegiatan membaca Alquran. Alhamdulillah, durasi dan sarana prasarana semakin bertambah. Kini kegiatan mengaji secara serentak dilaksanakan di hari senin hingga rabu setiap jam 08.00-09.00. 

Selain itu pengajarnya juga bukan hanya wali kelas saja, namun juga mengikutsertakan hampir semua guru. Setiap guru mengajarkan Alquran pada 5 sampai 6 orang siswa. Selain itu waktu kegiatan di pagi hari dan di awal pembelajaran juga semakin membuat siswa lebih antusias dan fokus dalam membaca Alquran.

Meskipun belum dilakukan tes kembali setelah dijalankannya program ini, namun saya sendiri selaku guru agama di sekolah merasakan adanya perkembangan yang cukup baik. Beberapa siswa yang saya suruh baca Alquran di depan kelas ketika pelajaran PAI sudah lebih lancar dari pada sebelumnya. 

Selain itu semangat, antusias, dan rasa ingin tahu mereka juga bertambah. Tak jarang beberapa siswa langsung bertanya pada saya seputar ilmu membaca Alquran. Semoga dengan upaya ini kemampuan membaca Alquran siswa menjadi semakin lebih baik lagi.

Dalam upaya peningkatan kemampuan membaca Alquran ini, hal yang pertama kali perlu dilakukan di sekolah yaitu membangun kesadaran atau pemahaman mengenai pentingnya membaca Alquran. Selain manfaat akhirat berupa pahala, manfaat lainnya juga perlu disampaikan. Misalnya pengaruh baik bacaan Alquran pada tubuh atau pada hati dan pikiran seseorang. Sudah banyak penelitian yang membuktikan hal ini. setelah paham mengenai pentingnya Alquran, maka dengan sendirinya kita pun akan semakin termotivasi untuk lebih mengkaji Alquran bahkan menjadikannya sebagai kebutuhan primer.

 Di sekolah saya, semangat kegiatan membaca Alquran ini dipelopori pihak manajemen sekolah. Saat itu para guru langsung dites kemampuan membaca Alqurannya. Bahkan recruitment guru baru pun terdapat tes membaca alquran dan bacaan salat di semester ini. sudah saatnya di setiap sekolah memberikan perhatian lebih terhadap kemampuan membaca Alquran.

Saya berharap semoga sekolah lain juga memiliki kegiatan semacam ini untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran, baik untuk siswa maupun guru. Sudah saatnya kita hidupkan kembali budaya mengkaji Alquran. 

Selain mengajarkan cara membaca Alquran, kita juga harus memberikan pemahaman pada mereka agar memiliki kesadaran bahwa membaca Aalquran itu penting dan merupakan kebutuhan lahir batin setiap muslim. Dengan demikian, kemampuan dan semangat mengkaji Alquran semakin meningkat di lingkungan sekolah.

*Penulis adalah guru PAI di CLS Bandung 

Sumber gambar: FB I Love Reading Books

Tidak ada komentar:

Posting Komentar