Dunia Sophie: Bacaan Wajib Kidz Zaman Now


Robby Karman

Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari masa 3000 tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya. Itulah kutipan dari seorang seniman Jerman Goethe yang dapat ditemui dalam halaman awal novel Dunia Sophie. Jostein Gaarder, pengarang novel ini menyusun sejarah panjang pemikiran umat manusia ke dalam 800 halaman saja. 

Dunia Sophie sangat menarik dan harus dibaca oleh anak-anak muda pada era digital ini. Ia menarik karena menyajikan filsafat dengan bahasa yang sederhana dan dengan alur cerita yang tidak membosankan. Ia pun menjadi penting agar kita menjadi lebih bijaksana dalam memahami gagasan-gagasan yang beredar hari ini. 

Kemajuan teknologi informasi yang bergerak dengan sangat pesat membuat kita kebanjiran gagasan. Ada yang mengatakan bahwa kita telah memasuki era post-truth atau pasca kebenaran. Jika kita tidak mengenal pemikiran-pemikiran yang ada, boleh jadi kita akan terombang-ambing. Dunia Sophie memberikan kita peta pertarungan gagasan selama 3000 tahun. 

Ingat, sejarah terus berulang. Hakikatnya yang terjadi hari ini pernah terjadi di masa lalu dalam bentuk yang berbeda. Jika kita mengetahui pertarungan pemikiran di masa lalu maka kita akan lebih tenang dalam menghadapi pertarungan gagasan hari ini. 

Salah satu pertarungan gagasan yang dapat kita saksikan sampai hari ini adalah idealisme vs materialisme. Idealisme adalah gagasan bahwa yang hakiki adalah dunia ide, sementara apa yang nampak tidaklah hakiki. Tokohnya adalah Plato. Sementara materialisme adalah gagasan bahwa yang hakiki adalah materi. Apa yang ada dalam benak kita adalah hasil dari pengamatan kita terhadap materi. 

Dua gagasan ini terus berkembang pada masa-masa selanjutnya. Idealisme Plato menguatkan argumen kaum agamawan. Sementara materialisme aristoteles menguatkan kaum ilmuwan. Dalam ekonomi gagasan idealisme melahirkan kapitalisme, sementara komunisme menjadikan materialisme sebagai basis filsafatnya. 

Lantas apakah anda masih ragu untuk belajar filsafat? takut iman anda menjadi dangkal karena belajar filsafat? Jangan khawatir, justru dengan membaca Dunia Sophie iman anda akan menjadi lebih sehat karena telah diperkaya suplemen-suplemen intelektual. Bukankah iman yang tak mau diuji adalah iman yang lemah? 
 
Melalui Dunia Sophie anda akan berpetualang bersama gadis berumur 14 tahun dari masa Yunani Kuno, Hellenisme, Abad Pertengahan, Renaissans, Zaman Barok, Aufklarung, Romantisisme sampai posmodernisme. Anda juga akan mengenal filsuf dan teolog terkemuka. Yang jelas kita akan lebih santai dalam menilai pertarungan wacana yang terjadi pada masa ini. Di dalam novel ini anda juga akan mendapati bumbu-bumbu fiksi yang bermakna, membuatnya tak kering dari unsur hiburan. Yuk langsung beli bukunya!

Sumber gambar: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar