Sri: Si Pelaut Ulung



Sella Rachmawati
Judul Buku: Tentang Kamu
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika
Cetakan: Oktober 2016
Tebal: 524 halaman

Tere Liye adalah penulis novel yang sangat piawai dalam menulis kisah kehidupan. Tentang Kamu adalah novelnya yang ke-25.  Dalam novel ini ia bercerita tentang Sri Ningsih. Ia adalah seorang yang tangguh dan Berkat ketangguhannya ia memiliki kekayaan yang tak terkira: 1 Milyar Poundsterling! Namun saat usianya menginjak 70 tahun, ia meninggal  dan menyisakan harta warisan yang tidak diketahui siapa ahli warisnya.

Adalah Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara muda nan handal dari Thomas & Co. London, yang mencoba menelusuri kehidupan Sri sedari kecil, agar terkuak siapa ahli warisnya yang sah. Zaman, dengan berpedoman pada buku diary Sri yang berada di Panti Jompo, mencoba memulai menelusuri kehidupan Sri.

Sri berasal dari keluarga pelaut tangguh, masyarakat tahu itu. Nugroho adalah ayahnya Sri, ia menikah dengan Rahayu, namun Rahayu meninggal saat melahirkan Sri. Tak lama kemudian Nugroho menikah dengan Nusi Marata dan melahirkan Tilamuta, adik tiri Sri.

Saat hendak mencari kado ulangtahun Sri yang ke-9 ke Surabaya, Nugroho tak pernah pulang, ia meninggal diterjang badai laut. Semenjak itu, kehidupan Sri kecil berubah. Ibu tirinya menjadi pemarah tak terima bahwa Nugroho meninggal karena ingin membelikan Sri sepatu baru. Nusi Marata menyebut Sri sebagai “Si Anak yang dikutuk”.
Tak lama kemudian, kebakaran besar melanda rumah Sri. Ia mencoba menyelamatkan Nusi Marata dan si kecil Tilamuta. Sayang hanya Tilamuta yang terselamatkan, Nusi ikut hangus terbakar. Kini Sri tak memiliki siapapun kecuali adiknya.

Sri pergi ke Surakarta untuk mencari ilmu berdasar usul dari Tuan Bujang, gurunya saat di Pulau Bungin. Sri dan Tilamuta tiba disebuah pondok pesantren milik Kyai Ma’sum dan bertemu dengan Nur’aini yang kelak menjadi sahabat karibnya.

Kemudian ia juga bertemu dengan Sulastri yang usianya lebih tua 3 atau 4 tahun darinya. Mereka bersahabat baik namun terjadi pengkhianatan setelah Nur’aini menikah. Suaminya dikemudian hari menggantikan posisi Kyai Ma’sum, padahal Musoh –suami Lastri- yang berharap akan posisi tersebut.

Pesantren dibakar, para santri dibantai, keluarga Kyai disekap kemudian dibakar, beruntung Nur’aini dan suaminya terselamatkan oleh Sri yang sebelumnya diamankan oleh Lastri. Musoh dan pengikutnya pun pada akhirnya terbakar. Lastri selamat dan dipenjarakan. Sri tak memiliki siapa-siapa lagi di Surakarta, ia memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta ia mencari pekerjaan kesana kemari, jadi apapun ia lakoni. Setelah dua bulan mencari pekerjaan akhirnya Sri memilih untuk menjadi kuli angkut di pasar. Lalu ia menjadi guru di Sekolah Rakyat sambil terus berpikir untuk mendapatkan usaha lain.

Sri mendapatkan ide untuk berjualan nasi goreng dengan menggunakan roda. Ini kali pertama di Jakarta penjual nasi goreng menggunakan roda. Usahanya berkembang pesat, namun lama kelamaan ia harus mencari usaha lain agar tidak dikejar petugas keamanan.

Sri kemudian meyewakan mobil, ia dapat membeli beberapa mobil dari hasil tabungannya, bisnisnya berkembang pesat lagi. Namun, di Jakarta pada saat itu terjadi pemberontakan mahasiswa. Seluruh produk Jepang di Indonesia dibakar habis termasuk mobil-mobil yang Sri sewakan. Sri terpuruk lagi.

Perlahan Sri mulai bangkit, memikirkan apa yang akan ia lanjutkan untuk bertahan hidup dan, berkat kerja kerasnya, ia ditawari bekerja oleh pelanggan sewa mobilnya di perusahaan yang memproduksi sabun cuci. Setelah beberapa lama, Sri memutuskan untuk membuat pabrik sabun sendiri.

Karena tak ingin menyaingi perusahaannya dulu, Sri memilih menjual sabun mandi. Namun, tiba-tiba Sri meninggalkan semua bisnis yang tengah dijalankannya tanpa pamit. Sri memutuskan untuk terbang ke London.

Di London Sri kesana kemari mencari pekerjaan dan penginapan murah. Ia bertemu keluarga India dan mendapatkan penginapan murah disana. Sri kemudian bekerja sebagai supir bus. Dari pekerjaan itu ia bertemu Hakan, seorang pemuda asal Turki yang rajin menaiki bus yang dikendarainya. Mereka saling cinta dan lalu menikah.

Setelah beberapa bulan menikah Sri mengandung anak pertamanya. Pada saat mendekati persalinan, Sri terjatuh, dan anaknya tak terselamatkan.

Tak jauh berbeda dengan takdir anak keduanya, sampai saat melahirkan, Sri dan bayi keduanya bak-baik saja. Namun, selang dua jam dilahirkan, bayi kedua Sri meninggal karena kelainan darah. Sri dan Hakan tertampar akan kejadian ini. Setelah sekian lama, Sri mencoba berdamai dengan segala hal yang menimpa dirinya. Ia kembali kuat dan ceria, kembali bekerja lagi sebagai supir bus.

Begitupun dengan Hakan. Hakan memutuskan tidak melanjutkan pekerjaannya, ia memilih untuk menemani Sri hingga ia kembali seperti sediakala. Sri dan Hakan juga memulai bisnis baru di bidang IT. Perusahaan Hakan maju pesat. Beberapa tahun berselang, Hakan jatuh sakit dan meninggal dunia. Sri kembali terpuruk.

Diam-diam akhirnya Sri memutuskan untuk meninggalkan London dengan hanya manaruh sepucuk surat di kamar sewanya untuk pemilik kamar yang telah ia anggap keluarganya sendiri. Ia menuju Paris dan memutuskan menghabiskan masa tuanya di sebuah panti jompo dekat menara Eiffel. Di panti jompo inilah Sri meninggal dunia dan meninggalkan harta warisan yang sangat besar.

Sebelum semuanya terkuak. Ada yang mengaku sebagai pewaris yang sah. Mereka adalah dua orang perempuan yang mengaku sebagai mertua dan istri Tilamuta. Zaman tidak mudah percaya, ia mencoba mencari tahu keberadaan wanita itu. Ternyata Ia adalah Sulastri atau Lastri, si pengkhianat Kyai Ma’sum di Surakarta, dia adalah hantu dari masa lalu Sri. Ternyata Lastri berhasil meloloskan diri dari pengasingan dan mengejar Sri kemanapun ia pergi. Lasti juga menyekap Tilamuta  selama bertahun-tahun.

Zaman berhasil menemukan kediaman Lastri di Paris, ia menjadi pencuri mobil kelas kakap. Zaman berhasil membuka kedoknya, Lastri kemudian ditangkap oleh kepolisian setempat setelah beberapa kali melawan bersama anak buahnya.  Akhirnya terungkaplah ahli waris yang sah untuk harta Sri. Zaman berhasil memecahkan teka-teki ini. Ia menemukan siapa pewaris yang sah itu berkat menelusuri kehidupan Sri dan mempelajari diary serta surat-menyurat Sri kepada Nur’aini.

Alur cerita novel ini sangat menarik karena tidak mudah ditebak. Adalah Tere Liye yang selalu menyampaikan pesan kehidupan dalam setiap karya yang dibuatnya, termasuk novel Tentang Kamu ini. Namun sayang, pada bagian tertangkapnya Lastri, kurang dirasakan adanya nuansa pertempuran yang sengit. Sedangkan pada saat bagian Zaman menyukai Aimee, gadis perawat di panti Jompo, karakter Zaman kurang tergambarkan sedang menyukai gadis tersebut. 

*Penulis adalah guru PAI di Cimahi

Sumber gambar: FB Drawing Pencil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar