Siswa Indonesia yang Tidak Mengindonesia



Taufik Hidayat
Dear student, tahukah kamu bahwa Indonesia merupakan negeri yang subur akan keberagamannya? Kalau kamu pernah membaca sejarah pastinya setuju dengan pandangan ini karena telah terbukti bahkan semenjak zaman Nusantara dahulu.
Dalam sejarah dikatakan bahwa telah banyak etnis, agama, hingga berbagai budaya yang singgah di negeri ini. Mulai dari agama Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen, bahkan orang-orang dari benua Asia dan Eropa pernah ada silih berganti mendominasi dan saling berbaur satu sama lain. Tidak heran jika sampai sekarang pun banyak kekayaan dari keberagaman budaya di Indonesia .
Keberagaman ini juga menjadi perhatian besar dari para leluhur bangsa kita. Mereka menjadikannya sebagai simbol negara yaitu “bhineka tunggal ika”. Di atas keberagaman itulah kita powerfull mempunyai rasa solidaritas dan nasionalisme yang kuat sehingga bisa merdeka. Oleh karena itu, semoga semangat keberagaman ini pun bisa kita terapkan dalam kehidupan di sekolah. Jika sudah seperti itu maka belajar kita pun akan semakin baik.
Namun sungguh sangat disayangkan karena justru kekayaan atas keberagaman Indonesia sedikit memudar sekarang ini, terutama di kalangan para pemuda (salah satunya pelajar di sekolah). Banyak di antara mereka yang kurang atau bahkan tidak mengenal budayanya sendiri.
Jika ditanya, “bisakah kamu dengan lancar menggunakan bahasa daerahmu?” atau “apakah kamu mengenal makanan atau pakaian adat di daerahmu?” atau “adakah alat musik, tarian atau lagu daerah yang kamu sukai?” atau “sudahkah kamu mempraktikkan adat sopan santun di daerahmu?” 
Seperti hanya sedikit para pemuda yang bisa menjawabnya dengan maksimal padahal itu semua adalah kekayaan bangsa kita. Jangan sampai ketika budaya tersebut diklaim bangsa lain, kita menjadi marah padahal mempelajari dan melestarikannya saja tidak.
Selain itu, anehnya tidak sedikit pula ada yang berpandangan bahwa keberagaman justru bukannya menjadi pemersatu tetapi malah merupakan sumber konflik. Pernahkah kamu mengejek teman sekelas atau tetanggamu karena mereka berbeda warna kulit, ras, daerah  atau agama? 
Perilaku bullying seperti itu kadang terjadi di antara kita, padahal mereka adalah saudara kita dalam berbangsa. Tentu prilaku tersebut haruslah dihindari karena memudarkan semangat para leluhur bangsa yang mendirikan negara ini atas dasar keberagaman (ingat!! Bhineka tunggal ika).
Sejatinya keberagaman di Indonesia  sungguh unik. Negera kita mempunyai banyak suku, ras, agama, dan bahasa namun tetap bersatu. Sungguh berbeda dengan bangsa lain yang memiliki suku, ras, agama, dan bahasa yang sama namun justru sering bertengkar dan sulit bersatu. 

Maka dari itu marilah perkuat keberagaman negeri kita dengan mempelajari budaya sendiri, saling bertoleransi, musyawarah, dan saling menolong tanpa memandang perbedaan karena kita semua harus seperti pelangi, yang berbeda-beda warna namun tetap bersatu sehingga tampak menjadi indah dipandang mata.

*Penulis adalah guru PAI di Cendekia Leadership School, Bandung

Sumber gambar: FB Pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar