Said Aqil Siradj Bicara Kebhinekaan




Anisha Nur Fitriani
 Ketua Umum PBNU, Said Aqil Sirodj, menyatakan bahwa Alquran menganjurkan umat Islam untuk bersikap modern dan bukan menjadi ekstrem, apalagi melakukan tindakan teror. Kiai NU yang menempuh studinya di Mekah, Saudi Arabia ini menyatakan pula bahwa sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, NU menentang semua gerakan radikal, anarkis atau terorisme. 

Menurutnya, Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, namun mengedepankan toleransi. Untuk itu, Said Aqil mengajak seluruh umat Islam untuk memberantas semua gerakan-gerakan radikal secara bersama-sama.

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia. Banyak pulau-pulau yang dipisahkan oleh laut, sedikit banyak telah membuat Indonesia menjadi “ladang subur” bagi kekayaan hayati, hewani, mineral, tardisi budaya, bahasa dan etnis suku bangsa. 

Namun sayangnya belakangan ini keanekaragamn ini sepertinya digugat oleh sekelompok kepentingan yang menginginkan keseragaman. Kiai Said mengatakan: “bukan Indonesia bila di dalamnya tidak ada umat Katolik, Kristen, Budha, Hindu, bahkan Kaharingan (salah satu agama tradisional Indonesia) sekalipun”.

Kembali Kiai Said menegaskan apa yang tertera di dalam Alquran, ayat 99 surat Yunus, bahwa bisa saja Tuhan menjadikan seluruh umat di muka bumi adalah Islam bila Tuhan menghendaki, namun Allah menyatakan kepada Muhammad SAW bahwa Ia mengizinkan adanya tempat ibadah lain di muka bumi.

Oleh karena itu, Kiai Said menganjurkan agar umat Islam mengikuti cara beragama kaum sufi (tasawuf) yang sangat mengedepankan toleransi, karena corak keberagamaan seperti ini sangat cocok dan relevan dengan kondisi Indonesia yang berbhineka. Dengan demikian, penting untuk menyambut pesan dari Kiai Said untuk kembali mengkaji Alquran secara benar dan mendalam terutama berkaitan dengan makna toleransi, karena menurutnya, banyak sekali ayat-ayat Alquran yang memerintahkan umat Islam untuk bersikap toleran kepada pemeluk keyakinan yang berbeda. 

*Penulis adalah alumni prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam, UPI Bandung

Referensi

Buchori, A. H. (2015, 06 26). KEBHINEKAAN ADALAH KENISCAYAAN : Tantangan Mempertahankan Kebhinekaan. Retrieved from Kompasiana: http://www.kompasiana.com/joehanesb/kebhinekaan-adalah-sebuah-keniscayaan_54fff5cca33311c96d50f830

Hafiz, M. (2012, 07 04). Said Agil Siraj: Tasawuf Alternatif Kebhinekaan Indonesia. Retrieved from Inspirasi Untuk Toleran: https://membumikantoleransi.wordpress.com

Sumber gambar: FB Drawing Pencil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar