Demam Kebohongan



Seni Sumiati
 Mah,
tanganku bergetar kencang
selepas mengirimkan sahutan
pada seseorang

bahkan diriku bersimbah
peluh kaku yang melimpah
begitu resah

Mah,
aku tak sedang sakit
tapi ini sebuah penyakit
yang kritis

karena menyangkut rohani
dan ganjaran di hari nanti
yang tak diketahui dengan pasti
tapi samar akan sengit

Mah,
jaram aku dengan doamu
bukan dengan kain basah itu
agar aku lekas sembuh

beri aku penawar berupa kasih sayangmu
bukan berwujud pil-tablet nan bau itu
yang aku tak biasa mencium bau itu
tapi aku candu bau kasih sayangmu

karena, Mah
sahutan itu satu kecurangan
yang tak biasa aku lakukan
sehingga aku jadi meriang

Garut, 2018.

*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Pendidikan Agama Islam, UPI Bandung
 
Sumber gambar: Gallery Yussa Adnan H.

4 komentar: