"Bersenang-Senang" di Kelompok Belajar Kejar Aurora



Irfan Ilmy
 Adalah Puji Prabowo yang menggawangi sebuah komunitas bermain anak bernama Kelompok Belajar Aurora (kejarAurora). Tepat tanggal 21 Mei 2012 komunitas ini memulai kegiatannya. Namun, waktu itu namanya belum seperti sekarang. Barulah pada bulan Oktober di tahun yang sama, komunitas ini diberi nama kejarAurora. 

Komunitas ini didirikan dengan semangat untuk memberikan tambahan pengalaman belajar sembari bermain kepada anak-anak di sekitar. Selain itu, kejarAurora pun ditujukan untuk memberikan kemampuan penunjang bagi anak atas pengetahuan yang sebelumnya telah diperolah dari sekolah.

Bersama beberapa temannya, Puji begitu ia akrab disapa, memulai langkah berkontribusi nyata di bidang pendidikan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik lagi. Puji percaya bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kondisi Indonesia di masa depan. Mungkin dampak yang dirasakan saat ini tidak terlalu besar. Namun, optimisme akan kemajuan Indonesia di masa depan membuatnya terus bergerak dengan menyiapkan anak-anak yang memiliki karakter unggul. 

Bermula dari sebuah konten khutbah dalam satu kesempatan shalat Jum’at, Puji memperoleh motivasi internal yang begitu kuat untuk membuat sesuatu yang bermanfaat. Ia masih ingat betul apa yang disampaikan khatib pada waktu itu. Bahwa ketika maut menjemput, segala yang diusahakan selama hidup berupa materi tidak akan dibawa. Justru apa yang telah dilakukan dan itu mendatangkan maslahat lah yang kelak akan menolongnya. 

Sejak saat itu, Puji mulai berpikir untuk membuat sesuatu yang bisa memberikan dampak besar bagi sekitar. Keresahan yang mengganggu kepalanya diarahkan ke hal-hal positif sehingga tercetuslah ide untuk menghadirkan sebuah ruang bermain dan belajar bagi anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan peluang yang sama dalam hal pendidikan. 

Karena ia memiliki background organisasi yang baik serta memiliki kapasitas di dunia kreativitas. Akhirnya Puji pun menginisiasi pendirian komunitas belajar anak yang menekankan pada softskill dan pengembangan imajinasi sehingga membidani lahirnya anak-anak yang memiliki kemampuan mencipta hal-hal baru serta percaya diri dan berani tampil di berbagai latar belakang yang ada baik secara ekonomi, pendidikan, maupun usia.

Lokasi kegiatan kejarAurora di Cihanjung tidak serta-merta langsung di sana. Awalnya kegiatan dilaksanakan dengan meminjam sebuah tempat yang terletak di Cimindi, Cimahi. Lalu, mimpi untuk memiliki tempat yang lebih kondusif pun akhirnya bisa terealiasasi. Sebuah ruangan berukuran 3x1 meter hasil dari donasi dari para donatur, patungan dari para kakak pengajar serta penjualan buku kejarAurora disulap menjadi sebuah ruangan perpustakaan yang selain dipenuhi buku-buku juga berisi aneka permainan edukatif. 

Mimpi besar agar kejarAurora terus bertumbuh pun kian terwujud. Seorang pengusaha minuman jahe di daerah Cihanjuang berbaik hati meminjamkan sebuah lahan –yang sebenarnya berupa penginapan—untuk dijadikan tempat berkegiatan rutin komunitas ini. Tempat yang sangat nyaman untuk bermain dan belajar anak ini berada di tengah-tengah kebun jahe sehingga aroma jahenya begitu kuat. Di tempat ini mimpi-mimpi brilian anak-anak negeri tumbuh dan dirawat untuk selanjutnya bisa direalisasikan di kemudian hari.

Sistem pendanaan
Untuk menunjang operasional kegiatan, kejarAurora bertekad untuk tidak secara cuma-cuma saja menerima donasi. Harus ada usaha yang dilakukan sehingga timbul rasa memiliki. Untuk mendatangkan kepedulian dari para donatur, para pengurus komunitas ini membuat dan menjual berbagai souvenir cantik khas kejarAuora seperti bantal, kaos, buku, totebag, hingga buku agenda bercover kejarAurora. 

Baru-baru ini bahkan sebagaian dari hasil penjualan paket buku kejarAurora didonasikan sebagai langkah awal untuk membangun Ruang Imajinasi bagi anak-anak di Desa Marikapal, Maluku Utara. Semangat berbagi kebahagiaan ini patut diapresiasi dan bahkan ditiru oleh kita semua.

Kurikulum Imajinasi kejarAurora
KejarAurora menerapkan sistem kurikulum yang dirancang sendiri berdasarkan  hasil interview kepada tokoh-tokoh yang memiliki karakter kuat dan dinilai telah sukses di bidangnya masing-masing. Kurikulum yang begitu memperhatikan output memang memberikan arahan yang jelas dalam proses pelaksanaaan kegiatannya sehingga bisa terarah. 

Sebut saja Handri Santriago (CEO GE Indonesia), Yoris Sebastian (Founder & Creative Thinker of OMG Consulting), Lisa Qanita (HR Manager PT Unilever Indonesia & Founder serta Owner Sekolah Gemala Ananda), Mardi Wu (CEO Nutrifood), Fransiska Putri Wina (CEO Prelo), Sintra Tantra (seniman), dan tokoh-tokoh sukses lainnya yang telah memberikan arahan terkait penyusunan kurikulum yang disebut kurikulum imajinasi ini. 

Pengaplikasian kurikulum tidak terpisah dari pelaksanaan kegiatan rutin mingguan. Justru untuk menyasar efisiensi dan efektivitas, kurikulum tersebut terintegrasi dalam setiap agenda pembelajaran. Kegiatan bermain yang dinilai tidak bermanfaat sama sekali malah dipandang sebagai medium transfer of knowledge dan transfer of value yang manjur. Kejar Aurora menerapkan motto belajar, bermain, berimajinasi, berkarya dan berbagia bersama.
                                      
Harapan kejarAurora ke depan
Kejar Aurora memiliki mimpi untuk bisa terus melahirkan para inovator-inovator masa depan yang tidak hanya memiliki kemampuan menciptakan kreasi baru namun memiliki sikap-sikap terpuji dan tetap menghargai orang lain dan lingkungannya. Seperti namanya, komunitas ini bertekad untuk memberikan sumbangsih berupa pancaran keindahan dari beragam corak warna yang dimiliki para anak-anak di dalamnya. 

*Penulis adalah aktivis sosial dan founder Planet Antariksa

Sumber gambar: FB Pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar