Bagaimana Jika Rasa Tak Pernah Ada

Fahmi Munib

Dalam balada Layla Majnun saya menemukan makna rasa cinta, bahwa ketika Khalifa ingin memiliki badannya Layla, padahal badan hanya bayangan. Ia mengejar bayangan. Sampai capek, lelah, hasilnya tetap saja nol besar.

Sementara, Qais ingin menyelami Layla, ingin menyatu dengan Layla, dan Dia berhasil. Karena untuk melihat (kecantikan) Layla, yang dibutuhkan adalah sepasang mata milik orang gila.

Seolah tak pernah kita bayangkan bagaimana jika rasa tak pernah ada, menangis tanpa rasa sedih, tersenyum tanpa ada bahagia, merenung tanpa rasa jenuh, atau bahkan hina tanpa rasa bersalah, semua ini tentang rasa.

Ada macam variasi rasa yang sering kita jumpai, setiap indera memiliki hak untuk merasakan rasa yang berbeda, saat mencicipi permen lidah merasakan manisnya gula yang ada dalam permen, saat membasuh muka dengan air kulit merasakan sejuk luar biasa, saat kulit teriris pisau rasa sakit sekujur tubuh yang dzohir merasakan, pun demikian saat hati tercabik rasa sakit mulai menjalar di sekujur batin, semua ini tentang rasa.

Lalu darimana datangnya rasa? kenapa terkadang muncul secara tiba-tiba dan hilang secara tiba-tiba juga, padahal sesekali kita ingin mengucap terima kasih karena sebuah rasa, sesekali juga kita ingin memarahi rasa karena begitu peliknya dia ada, tapi apa daya sekali lagi ini semua tentang rasa.

Kenyataannya kita hanyalah seorang peminjam rasa dari sang Mahapemilik rasa, kita meminjam rasa bahagia, kita meminjam rasa sakit, kita meminjam rasa malu, kita meminjam rasa berani, kita meminjam rasa manis, kita meminjam rasa pahit, bahkan rasa hambar pun tak luput kita pinjam.

Tuhan, ampunilah aku yang terkadang lupa bahwa rasa adalah nikmat yang engkau berikan percuma untukku, layaknya udara yang aku hirup, pandangan yang akulihat, dan suara yang aku ucap, aku memohon padaMu jangan berikan rasa sedih disaat aku bahagia, rasa pahit disaat aku menikmati rasa manis, dan yang paling ingin aku mohon padamu Tuhan jangan pernah hilangkan rasa cintaku kepadaMu walaupun semua ini hanya tentang rasa.

*Penulis adalah blogger, penulis, dan alumni S1 UPI Bandung

Sumber gambar: www.exhibition.xlv.gov.au

1 komentar: